ABMA Land Turunkan Target IPO Jadi Rp 2,2 Triliun
Minggu, 16 Oktober 2016 | 20:59 WIB
Jakarta – Calon emiten baru, PT Anugerah Berkah Madani (ABMA Land) berencana menurunkan target perolehan dana dari hasil penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham menjadi Rp 1,4-2,2 triliun dari rencana semula Rp 2,6-4,1 triliun. Perusahaan properti itu menargetkan pencatatan perdana saham (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada November 2016.
Presiden Direktur ABMA Land Musyanif mengatakan, perseroan akan menerbitkan prospektus baru terkait IPO dengan menggunakan dasar valuasi laporan keuangan Juni 2016. Perseroan menurunkan jumlah saham yang diterbitkan ke publik menjadi 1,76 miliar saham atau setara 15% dari modal disetor. Sebelumnya, perseroan berniat melepas hingga 3,33 miliar saham atau setara 25%.
"Setelah kita hitung lagi. Kami putuskan menggunakan laporan keuangan Juni 2016. Sementara harga penawaran akan sama dengan prospektus sebelumnya pada kisaran Rp 800-1.250 per saham," kata Musyanif kepada Investor Daily di Jakarta, Minggu (16/10).
Musyanif menegaskan, perseroan juga akan mengganti penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter), yang saat ini dalam proses evaluasi. Semula, perseroan menunjuk PT CIMB Securities Indonesia, PT Mandiri Sekuritas, dan PT RHB Securities Indonesia. Namun, setelah proses penawaran awal rampung pada Agustus lalu, CIMB Securities mengundurkan diri dan diikuti oleh dua sekuritas lainnya.
"Dalam waktu dekat, kami akan tetapkan penjamin emisi baru. Untuk alokasi dana IPO, nilainya memang berubah, tapi porsi alokasinya masih sama seperti rencana awal," tutur dia.
Sesuai rencana, sebanyak 87,5% dana IPO akan digunakan untuk membangun delapan proyek properti perseroan. Dari jumlah tersebut, sekitar 75% untuk pembelian beberapa bidang lahan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Cilegon, dan Surabaya. Sisanya 12,5% akan digunakan untuk proses pengembangan berbagai proyek Grup ABMA Land yang tengah berjalan. Perseroan juga bakal menyerap 12,5% dana IPO untuk pelunasan sebagian pinjaman.
Adapun delapan proyek properti ABMA Land diestimasikan memiliki total gross development value (GDV) hingga Rp 54,44 triliun dengan total landbank seluas 87,25 hektare (ha). Rinciannya, Royal Betawi di Tangerang seluas 2,6 ha dengan GDV Rp 1,98 triliun. Pada proyek tersebut, tower 1 dan 2 telah diluncurkan tahun lalu.
Selanjutnya, Nifarro Park di Jakarta seluas 2,85 ha dengan GDV senilai Rp 2,14 triliun. Pada proyek tersebut, dua apartemen telah diluncurkan pada 2007 dan 2011, serta satu gedung perkantoran pada 2012.
ABMA Land juga menggarap Samala Park di Cilegon seluas 7,26 ha dengan GDV Rp 3,1 triliun. Proyek tersebut diluncurkan tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2024. Selanjutnya, The Kahyangan (Solo Baru) seluas 7,01 ha dengan GDV Rp 6,04 triliun. Proyek tersebut dirilis tahun ini dan ditargetkan selesai pada 2026.
Perseroan pun mengembangkan North CBD di Jakarta seluas 21,02 ha dengan GDV Rp 10,61 triliun. Fase pertama ditargetkan berlangsung selama 2016-2023. Di Jakarta, ABMA Land juga membangun The Simpruq Signature seluas 5,17 ha dengan GDV Rp 5,23 triliun. Proyek high rise ini akan berlangsung tahun ini hingga 2022.
Di Surabaya, perseroan turut mengembangan East CBD seluas 19,07 ha dengan GDV Rp 22,74 triliun. Fase pertama dikembangkan selama 2016-2025. Untuk di Makassar, perseroan memiliki proyek bertajuk Tanjung Layar Lagoon seluas 7,39 ha dengan GDV Rp 2,58 triliun, yang diluncurkan tahun ini dan ditargetkan rampung pada 2026.
Sebelumnya, Musyanif mengatakan, untuk menggenjot pertumbuhan, perseroan berusaha untuk meluncurkan dua proyek baru setiap tahunnya. ABMA Land cenderung bermain di sektor properti apartemen dan mix used. "Harapan perseroan nanti pada 2018 ada 12 titik proyek yang bisa digarap. Dan, nanti targetnya 18 titik proyek properti pada 2020," ujar dia.
Perseroan menargetkan laba setelah pajak dapat menyentuh Rp 460 miliar hingga akhir 2016. Sementara itu, target pendapatan sepanjang 2016 ditargetkan mencapai Rp 1,2 triliun. Angka tersebut tumbuh 234% dibandingkan dengan total pendapatan 2015 yang senilai Rp 359,1 miliar.
Sebagai informasi, ABMA Land didukung oleh PT Saligading Bersama (SGB) sebagai pemegang saham utama. SGB memulai usaha properti pada 2004. Selain properti, SGB juga memiliki usaha hotel dan restoran, aquaculture, manufaktur, jasa interior, penyedia layanan telekomunikasi, serta alat kesehatan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




