Trump Tidak Siap Kalah dalam Pemilu AS
Jumat, 21 Oktober 2016 | 18:02 WIB
Washington - Calon Presiden Amerika Serikat dari Partai Republik Donald Trump tampaknya belum siap menerima hasil pemilihan presiden AS yang akan dilakukan 8 November nanti. Trump mengatakan hanya akan menerima hasil pemilu "jika saya menang".
"Saya berjanji kepada segenap konstituen saya dan semua warga AS, bahwa saya akan menerima hasil Pemilu jika saya menang," kata Trump, Kamis (20/10).
Trump juga mengatakan siap menempuh jalur hukum jika dirinya tidak puas dengan hasil Pemilu.
Sebelumnya Trump menuding pemilu AS dicurangi karena pesaingnya, Hillary Clinton dari Demokrat, bisa maju sebagai capres meskipun terbelit skandal server email pribadi yang menyebabkan insiden serangan Kedubes AS di Benghazi, Libya.
Dalam debat capres AS 19 Oktober lalu, Trump mengatakan "lihat saja nanti" ketika ditanya apakah siap menerima kekalahan. Menerima hasil pemilu, menang atau kalah, adalah tradisi politik di AS demi demokrasi yang sehat.
Clinton menyebut komentar Trump "mengerikan". Dalam debat capres AS tersebut, Clinton juga menyebut Trump sebagai orang yang berbahaya untuk menjadi presiden AS dan boneka Rusia.
Rusia diduga meretas Konvensi Nasional Demokrat dan membocorkan sejumlah email ke Wikileaks untuk mendiskreditkan Clinton. Menurut Clinton, ini adalah upaya Presiden Rusia Vladimir Putin supaya Trump menang dan bisa menjadikan Trump sebagai bonekanya.
Presiden AS Barack Obama sebelumnya juga meminta Trump untuk berhenti "merengek".
"Ini berbahaya karena Trump berusaha menyemai bibit keraguan di pikiran orang-orang dengan menuduh Pemilu AS tidak sah. Ini merendahkan demokrasi AS," kata Obama, Kamis lalu.
Dalam berbagai polling, elektabilitas Trump tertinggal semakin jauh dari Clinton.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




