Alumni GMNI Dukung Ahok-Djarot

Selasa, 25 Oktober 2016 | 21:27 WIB
RW
FH
Penulis: Robertus Wardi | Editor: FER
Pasangan calon gubernur Basuki Tjahja Purnama dan wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat dalam pengundian nomor urut di Jakarta, 25 Oktober 2016.
Pasangan calon gubernur Basuki Tjahja Purnama dan wakil gubernur Djarot Saiful Hidayat dalam pengundian nomor urut di Jakarta, 25 Oktober 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) DKI Jakarta mendukung pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama atau yang biasa dipanggil Ahok dan Djarot Saiful Hidajat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) DKI Jakarta, Februari 2017 mendatang. GMNI menganggap pasangan ini sudah teruji dan terbukti berhasil memimpin DKI Jakarta.

"Djarot Saiful Hidajat yang mendampingi petahana Basuki Tjahaja Purnama sebagai Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 adalah referensi realistis yang perlu diungkap selayaknya sebagai sesama keluarga besar Front Marhaenis," kata Wakil Ketua bidang Kajian dan Politik DPD Alumni GMNI Jakarta Raya, Paulus Londo di Jakarta, Selasa (25/10).

Ia menjelaskan, Djarot adalah kader GMNI. Pengabdian panjangnya sebagai aktivis GMNI yang berlanjut sebagai fungsionaris Alumni GMNI diyakini dapat mempraktekkan kaidah-kaidah perjuangan marhaenisme secara substantif.

"Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya mendukung secara moral tampilnya korps alumnus GMNI dalam pergulatan Pemilukada DKI Jakarta 2017. Hal itu untuk terus berupaya mengabdi tehadap kepentingan bangsa dan negara melalui proses kepemimpinan di DKI Jakarta," tuturnya.

Menurutnya, Pilkada DKI kali ini menjadi ramai dan gaduh karena salah satu daerah yang melaksanakan Pemilukada adalah Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Pilkada DKI menyedot energi politik seluruh spektrum politik dan elemen bangsa. Bahkan, Pilkada DKI disebut sebagai Pilkada setengah Pemilihan Presiden.

"GMNI mendukung integritas pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 sebagai jalan demokratisasi politik yang berlandaskan asas kegotong royongan dan berorientasi pada cita-cita kesejahteraan rakyat yang berkeadilan," ujarnya.

Menurutnya, tahapan pelaksanaan yang bersih, jujur dan tranparan adalah keniscayaan yang tak terbantahkan dalam menegakkan amanat masyarakat. Hal itu untuk mengukuhkan kepercayaan masyarakat dan memastikan tampilnya sosok pemimpin yang kredibel tegas, bersih dan bebas korupsi, serta mampu membawa masyarakat sebagai subyeknya pembangunan DKI Jakarta.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon