Autopsi Bocah, Dokter Temukan Kepala Korban Dafa Retak

Rabu, 26 Oktober 2016 | 17:53 WIB
BM
YD
Penulis: Bayu Marhaenjati | Editor: YUD
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Tangerang - Tim dokter telah melakukan pemeriksaan autopsi terhadap jenasah Dafa Mustakim (7), siswa kelas 1B, Sekolah Dasar Negeri (SDN) Larangan 2, Kota Tangerang, yang diduga menjadi korban penganiayaan ibu tirinya hingga menginggal dunia. Pada saat pemeriksaan, ditemukan ada kekerasan di bagian kepala hingga retak.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono mengatakan, penyidik bersama Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Metro Jaya telah melakukan autopsi dengan membongkar makam korban di Taman Pemakaman Umum Kober, Jalan HOS Cokroaminoto, Ciledug, Tangerang Kota, Senin (23/3) kemarin.

"Ada kekerasan di bagian kepala retak, diduga kena pukulan benda tumpul," ujar Awi, Rabu (26/10).

Dikatakan Awi, korban juga mengalami luka pada bagian matanya diduga akibat benda tumpul. "Ada juga luka di bagian matanya," ungkapnya.

Ia menyampaikan, penyidik akan meminta keterangan ahli untuk memeriksa hasil dari autopsi yang nantinya akan dijadikan salah satu alat bukti. "Hasil autopsi nanti kita periksa ahli. Kalau (hasil) Labfor namanya alat bukti surat," katanya.

Ia menuturkan, hingga saat ini ibu tiri korban berinisial Y tidak mengakui melakukan penganiayaan terhadap korban. "Ibunya belum mengaku. Tapi polisi tidak mengejar pengakuan," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dafa Mustaqim meninggal dunia diduga akibat dianiaya sang ibu tiri. Kasus ini muncul ketika kabar meninggalnya Dafa menjadi viral di media sosial. Selanjutnya, Polsek Ciledug meminta keterangan dari pihak SDN Larangan 2 terkait dugaan penganiayaan terhadap muridnya itu.

Pihak sekolah menyatakan, sebelum meninggal dunia korban mengalami luka di kepala hingga menggeluarkan darah, Rabu (19/10) lalu. Ketika ditanya dan dibujuk, korban akhirnya menyampaikan kalau luka itu diduga akibat dipukul ibu tirinya.

Esok harinya, Dafa mengalami panas tinggi dan sempat dibawa ke klinik. Namun karena panasnya tak kunjung turun, korban akhirnya dibawa keluarga ke Rumah Sakit Sari Asih Ciledug. Akibat keterbatasan biaya Dafa tidak bisa mendapatkan perawatan di ruang Intensif Care Unit (ICU) dan meninggal dunia di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Rumah Sakit Sari Asih, Kamis (20/10).

Polsek Ciledug dan Polres Tangerang Kota, sedang melakukan penyelidikan terkait kasus ini, dan sudah memeriksa sejumlah saksi termasuk orang tuanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon