Presiden Laporkan Gratifikasi dari Perusahaan Rusia
Jumat, 28 Oktober 2016 | 15:34 WIB
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Kepala Sekretariat Presiden, Darmansjah Djumala melaporkan gratifikasi dari sebuah perusahaan minyak asal Rusia, Rosneft kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (28/10). Gratifikasi berupa sejumlah paket hadiah itu diterima Jokowi melalui Pertamina usai kunjungan ke Rusia beberapa waktu lalu.
"Saya datang kemari dalam rangka memenuhi instruksi Bapak Presiden, Bapak Jokowi tadi pagi, untuk menyerahkan satu paket gift (hadiah) dari sebuah perusahaan swasta dari Rusia yang diterima beberapa waktu lalu melalui pihak ketiga," kata Darmansjah di Gedung KPK, Jakarta.
Darmansjah mengatakan, penyerahan hadiah ini dilakukan Jokowi sebagai bentuk taat terhadap aturan terutama Pasal 16 UU No 30 2002 tentang KPK yang mengatur soal gratifikasi. Darmansjah mengaku melaporkan gratifikasi ini langsung kepada Ketua KPK, Agus Rahardjo. Kepada Darmansjah, Agus menyatakan, akan menindaklanjuti laporan tersebut untuk menentukan status kepemilikan gratifikasi ini.
"Bapak presiden menginstruksikan kepada saya melaporkan gift ini kepada Ketua KPK langsung, kepada Pak Agus (Agus Rahardjo) dan sudah saya serahkan tadi, dan KPK tentu akan melanjutkan gift ini, memproses lebih lanjut sesuai dengan standar yang berlaku," tuturnya.
Diungkapkan, terdapat tiga jenis hadiah yang diberikan kepada Jokowi dari Rosneft. Ketiga hadiah yang terdiri dari lukisan, tea set, dan plakat ini diberikan secara bertahap kepada Jokowi melalui Pertamina. Namun, Darmansjah mengaku tak mengetahui total nominal ketiga hadiah ini.
"Isinya itu ada tiga macam diberikan secara berkala, dan tidak sekalian dikasih, bertahap. Ada lukisan, dalam beberapa waktu diberikan lagi tea set kemudian yang ketiga plakat. Tiga inilah yang kita laporkan ke Pak Agus dan KPK. Saya tidak tahu (nilainya), tapi kelihatannya mahal. Bagus," ungkapnya.
Darmansjah enggan menduga tujuan pemberian hadiah ini. Termasuk keterkaitan pemberian hadiah ini dengan proyek pengembangan kilang grass root refinery (GRR) di Tuban, Jawa Timur yang digarap Rosneft bersama Pertamina. "Saya tidak bisa menduga, nanti dibilang suudzon," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




