Roadshow ke AS, BEI dan Maybank Kim Eng Promosikan Investasi RI
Jumat, 28 Oktober 2016 | 16:59 WIB
New York, AS - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama dengan Maybank Kim Eng menyelenggarakan roadshow Pasar Modal Indonesia ke New York dan Boston, Amerika Serikat (AS). Tujuan roadshow yang telah diselenggarakan pada 25 -27 Oktober 2016 ini untuk mengenalkan delapan perusahaan tercatat di BEI kepada 30 Manajer Investasi (MI) global di AS.
Sebanyak 130 pertemuan telah diselenggarakan untuk memfasilitasi pertemuan antara delapan perusahaan tercatat BEI dengan 30 MI dengan dana kelolaan mencapai US$ 6,7 miliar. Kedelapan emiten ini adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Perusahaan Gas Negara Negara (Persero) Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk, PT Sri Rejeki Isman Tbk, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk, PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk, PT Adaro Energy Tbk, dan PT PP Properti Tbk.
Kedelapan emiten dengan total nilai kapitalisasi US$ 34 miliar tersebut menawarkan peluang investasi di sektor keuangan, properti, infrastruktur, energi, dan barang konsumsi kepada investor institusi di AS. Kedelapan emiten juga mengenalkan tiga hal yang mendukung iklim investasi di Indonesia, yakni tingginya konsumsi masyarakat, pembangunan infrastruktur serta sektor properti prospektif.
Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengatakan, dengan didukung kinerja baik, dan menjadi salah satu pasar terbesar di Asia Tenggara, BEI ingin dunia internasional tertarik berinvestasi di pasar modal Indonesia. Apalagi secara statistik, bursa domestik memberikan imbal hasil tertinggi di dunia untuk investor jangka panjang. Oleh karena itu, BEI bekerja sama dengan Maybank Kim Eng Securities Indonesia untuk menyelenggarakan roadshow di AS. "Kami mengajak beberapa emiten yang berkinerja baik dan berprospek besar dari berbagai sektor untuk menunjukkan daya tarik pasar modal Indonesia," ujar Tito, Jumat (28/10).
Sementara Direktur Utama Maybank Kim Eng Securities Indonesia Willianto Ie mengaku senang dapat bekerja sama dengan BEI dalam memperkenalkan sejumlah perusahaan tercatat di BEI kepada investor di AS.
Riset Maybank Kim Eng mengestimasikan belanja modal sektor infrastruktur akan mencapai US$ 264 miliar dalam lima tahun ke depan sehingga bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi serta peluang investasi di Indonesia. Dengan berkembangnya pembangunan infrastruktur, akan mengefisiensikan biaya logistik, meningkatkan produktivitas, dan pertumbuhan daya beli masyarakat menengah bawah.
Dengan populasi 250 juta penduduk yang merupakan 40 persen dari total populasi penduduk di Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar konsumer terbesar di regionalnya. Tren suku bunga rendah, serta inflasi dan rupiah yang stabil menjadi keuntungan perekonomian domestik.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




