9 Negara Lirik Investasi di Lebak

Selasa, 1 November 2016 | 13:44 WIB
B
JM
Penulis: BeritaSatu | Editor: JEM
Ilustrasi
Ilustrasi (Istimewa)

Lebak - Sembilan negara melirik investasi di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dengan rencana investasi sekitar Rp 8,5 triliun atau 658.767.300 dolar Amerika Serikat (USD).

"Kami optimistis ke depan Lebak kebanjiran investor penanaman modal asing (PMA)," kata Kepala Bidang Penanaman Modal Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPMPPT) Kabupaten Lebak Muktar Hasibuan di Lebak, Selasa (1/11).

Hingga Oktober 2016, tercatat 11 investasi dari sembilan negara yang sudah merencanakan investasi tersebut. "Kehadiran investor asing itu tentu memberikan dampak positif terhadap laju pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Muktar Hasibuan.

Pemerintah daerah, katanya, mendorong Kabupaten Lebak  sebagai daerah investasi yang kondusif.

Untuk itu, pelayanan perizinan diberikan kemudahan-kemudahan bagi para investor baik domestik maupun asing. "Kami berharap Lebak menjadikan daerah investasi di Provinsi Banten itu," ujarnya.

Kesembilan negara yang siap berinvestasi itu Singapore, Korea Selatan, China, Thailand, Malaysia, Australia, Islandia, Hongkong, dan Italia.

Mereka membuka perusahaan di antaranya PT Dinamika Pan Asia, PT Semen Lebak, PT Ready Jaya Indonesia, PT Youbang Rekonindo Jaya, PT Global Elektrik Nasional dan PT Cemendo Gemilang.

Para investasi itu memproduksi bidang industri kulit, industri kertas, industri mineral non logam dan industri logam dasar.

"Kami berharap kehadiran investasi itu dapat mendukung percepatan pembangunan daerah," katanya.

Muktar mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mendatangkan investor baik domestik maupun mancanegara terlebih pemberlakuan Masyarakat Ekonomi Asia Tenggara atau MEA.

Karena itu, pihaknya terus mengoptimalkan promosi agar Kabupaten Lebak menjadikan daerah investasi yang kondusif dan aman.

"Kami berharap para investor yang mengembangkan usahanya di Lebak berjalan lancar dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon