IPW: Jangan Turunkan Polisi Bersorban

Rabu, 2 November 2016 | 16:45 WIB
GG
AO
Penulis: Gardi Gazarin | Editor: AO
Kesatuan Brimob dari Jawa Barat mengenakan peci haji dan mengalungkan serban atau kafiyeh ala orang Arab dalam apel di Monas, Rabu 2 November 2016.
Kesatuan Brimob dari Jawa Barat mengenakan peci haji dan mengalungkan serban atau kafiyeh ala orang Arab dalam apel di Monas, Rabu 2 November 2016. (Beritasatu.com/Farouk Arnaz)

Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan Polri untuk tidak menurunkan aparat kepolisian yang berjubah dan berserban dalam pengamanan aksi unjuk rasa 4 November 2016. Polri seharusnya tetap profesional dan proporsional dalam  menjalankan tugas menjaga keamanan masyarakat.

"Dalam situasi apa pun Polri jangan lebay dan harus mampu menjaga profesionalisme serta harus proporsional. Artinya, bertindak harus sesuai prosedur operasi standar (SOP). Dalam menjaga keamanan Polri hanya bisa melakukan keamanan terbuka dengan pakaian seragam dan pengamanan tertutup dengan pakaian preman," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Rabu (2/11).

Menurut Neta, tidak ada ketentuan bahwa anggota Polri diperbolehkan mengenakan jubah dan serban dalam menjaga keamanan. Namun, yang harus diingat, anggota Polri adalah polisi nasional dan bukan anggota polisi keagamaan tertentu.

Jika terjadi bentrok dalam aksi demo itu akan muncul kesan bahwa massa keagamaan tertentu bentrokan dengan polisi keagamaan tertentu. Ini akan merusak bangsa Indonesia ke depan.

Rencana Polri menurunkan polisi berjubah dan berserban terlihat saat dilakukan gelar pasukan pengamanan di Monas. Tampak beberapa polisi berjubah dan berserban dalam apel siaga itu.

"Polri seharusnya tetap menjadi polisi yang berwawasan negara kesatuan Indonesia, yang profesional, dan proporsional serta jangan diseret-seret ke dalam isu maupun konflik SARA. Jangan terjebak ke dalam warna agama tertentu. Sebab, jika Polri larut dalam isu tersebut, internal Polri yang akan terpecah dengan isu dan konflik SARA," tuturnya.

"Untuk itu, IPW mendesak agar Polri membatalkan rencana untuk menurunkan polisi berjubah dan berserban. IPW tetap berharap Polri tetap profesional dan proporsional," katanya.

IPW juga berharap, Presiden Joko Widodo (Jokowi) konsisten dengan omongan dan janjinya bahwa tidak akan melakukan intervensi dalam kasus hukum dalam kasus yang dituduhkan ke Ahok. Sikap netral itu tidak akan membebani dan mencoreng citra Polri.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon