Bertemu Rizieq, Pangdam dan Kapolda Tagih Komitmen
Kamis, 3 November 2016 | 18:06 WIB
Jakarta - Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mendatangi Bareskrim di Gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat Kamis (3/11).
Kedatangan mereka saat Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab masih diperiksa sebagai saksi ahli atas laporan dugaan penistaan agama yang diduga dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama alia Ahok.
Mereka ternyata bertemu dan "menagih" komitmen Rizieq untuk tetap berkomitmen untuk melakukan demo sesuai dengan kesepakatan termasuk detail jalur long march dari Masjid Istiqlal menuju ke istana.
"Besok rencana titik kumpul seperti biasa ( di Istiqlal). Hasil komitmen saya bersama korlap (Munarman). dari Istiqlal keluar setelah salat jumat, jalan kaki melewati Hotel Borobudur, Pejambon, belok ke Gereja Imanuel, depan gambir kemudian ke kantor Bareskrim ( di KKP), " kata Iriawan di Bareskrim.
Dari sini massa belok kanan, langsung ke depan Kedubes Amerika, depan kantor wapres, balaikota, lurus ke patung kuda, belok kanan, lanjut ke Merdeka Barat.
Kemudian ujungnya behenti di depan istana yang biasa tempat orang berdemo.
"Antisipasi tentunya sudah. Kita akan kawal, kita akan layani demo tersebut karena massa dari seluruh kota, termasuk yang mengikuti. Habib Rizieq mengatakan bahwa demo besok akan damai, tertib, dan aman. Kita akan pegang komitmen yang bersangkutan," tambahnya.
Di istana pola pengamanan akan persusif 300 Polwan, juga untuk pemanis, akan berjaga paling di depan. Di belakangnya ada 5 kompi Brimob yang ahli dalam berzikir. Mereka akan berzikir di lapangan apabila nanti dibutuhkan.
" (Pola pengamanan ini termasuk Brimob berpeci dan sorban) pernah dilakukan, makanya ada kompi itu. Termasuk dari Kodam juga ada. Maka tadi sambil saya lihat pemeriksaan (Rizieq) juga saya tanyakan lagi tentang ruten dan yang bersangkutan menyampaikan sesuai dengan komitmen saat kami bertemu dia dengan Pangdam dirumahnya di wilayah puncak," tambah Iriawan.
Bahkan, Iriawan melanjutkan, "Setelah yang bersangkutan atau dalam hal ini wakilnya menyampaikan petisi ke istana maka mereka akan bubar. Saya meminta komitmen itu ke beliau. Sesusia batas waktu sampai jam 6 ya. "
Mudah-mudakan sebelum itu juga bisa bubar. Karena tujuan mereka bagaimana petisi yang dibuat itu bisa diterima pemerintah dalam hal ini presiden atau diwakili oleh siapa pun sudah tercapai.
Massa datang dari sekitar DKI, Jabar, dan Banten. Jumlahnya mencapai sekitar 50.000.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




