Rumah Gerakan 98 Kutuk Demo yang Berujung Anarkistis

Sabtu, 5 November 2016 | 15:50 WIB
YS
WP
Penulis: Yeremia Sukoyo | Editor: WBP
Polisi melepaskan tembakan gas air mata saat aksi unjuk rasa berujung bentrok di jalan Medan Merdeka Barat, depan Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao
Polisi melepaskan tembakan gas air mata saat aksi unjuk rasa berujung bentrok di jalan Medan Merdeka Barat, depan Istana Merdeka, Jakarta, 4 November 2016. BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao

Jakarta- Rumah Gerakan 98 mengritisi aksi unjuk rasa yang berujung bentrokan aparat keamanan dengan demonstran pada Jumat (4/11). Insiden ini harus menjadi pembelajaran agar persoalan sebaiknya diserahkan pada hukum yang berlaku di Indonesia.

"Kami dari Rumah Gerakan 98 menghargai aspirasi dari massa yang berunjuk rasa. Persoalannya, peristiwa tersebut telah ditunggangi sejumlah elit DPR yang seharusnya mengedukasi massa agar memercayakan penanganan kasus tersebut dalam ranah hukum," kata juru bicara Rumah Gerakan 99, Sayed Djunaidi, di Jakarta, Sabtu (5/11).

Dia melihat proses aksi unjuk rasa yang mengarah pada tindakan makar tersebut juga membawa kepentingan politik terselubung atas nama kasus dugaan penistaan agama. "Unjuk rasa puluhan ribu orang itu untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo. Ini adalah tindakan makar. Tindakan makar ini diperkuat dengan orasi massa aksi yang menyerukan penurunan Presiden Joko Widodo dan telah berubah menjadi anarkistis," ungkapnya.

Lebih jauh, Rumah Gerakan 98 juga menyerukan tindakan konkret secepatnya dari seluruh elemen bangsa untuk menyelamatkan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). "Kami juga mengutuk segala bentuk aksi kekerasan oleh mereka yang anti demokrasi. Semua elemen masyarakat tidak terpancing dengan isu suku agama ras dan antargolongan (SARA)," ujarnya.

Di satu sisi, diingatkan, tokoh masyarakat, ulama, dan para rohaniawan dari berbagai lintas agama, pemuda, serta akademisi juga bisa bekerja sama menciptakan situasi kondusif di lingkungan masing-masing.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon