Rano Janji Bangun Islamic Center di Banten

Senin, 7 November 2016 | 07:19 WIB
LD
B
Penulis: Laurens Dami | Editor: B1
Rano Karno dan Embay Mulya Syarif.
Rano Karno dan Embay Mulya Syarif. (Antara)

Bandung- Tak diketahui banyak orang, Rano Karno diam-diam berangkat ke Bandung menemui Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, Sabtu (5/11).

Dalam perbincangan santai dan penuh keakraban, yang dilakukan di sebuah restoran di kawasan Braga, Bandung, keduanya mengaku saling bertukar pikiran mengenai pembangunan di daerah masing-masing.

Ridwan Kamil yang selama ini dikenal aktif membangun ruang-ruang publik (public space) mendorong Banten untuk melakukan hal yang sama. Mengamini pendapat Kang Emil, Rano berujar, ruang publik penting sebagai titik temu dari berbagai kelompok masyarakat untuk menguatkan pertalian sosial yang selama ini sudah terajut.

"Jangan sampai ada situasi diskriminatif di mana masyarakat terbelah dan mendapat perlakuan tak adil hanya karena perbedaan latar belakang ekonomi, suku, agama, ras, dan gender," kata Rano.

Di luar itu, Rano menyampaikan mimpi besarnya untuk membangun sebuah Islamic Center di Banten. Sebagai daerah yang kental dengan corak Islamnya, Rano memandang perlu hadirnya sebuah Pusat Studi Islam yang bisa menjadi kiblat bagi berkembangnya pemikiran Islam di Indonesia, bahkan di dunia.

"Syekh Nawawi al Bantani itu tokoh masyhur di kalangan dunia Islam. Karya-karyanya diakui dunia. Kita harus melanjutkan jihad Syekh Nawawi di bidang ilmu pengetahuan dan pemikiran Islam. Perjuangan para pemikir besar Islam seperti Syekh Nawawi, Tjokroaminoto, Hasyim Ashari, Ahmad Dahlan, dan Mas Abdurahman selalu memberikan perhatian yang sangat besar terhadap dunia pendidikan," katanya.

Pernyataan Rano yang terang-terangan memberi perhatian terhadap sektor pendidikan, khususnya pendidikan Islam, mendapat dukungan penuh dari Ridwan Kamil. Peradaban Islam telah membentuk dan berkontribusi amat besar terhadap paras dan sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Jejak-jejaknya bisa ditemui di banyak tempat di Indonesia, khususnya Banten.

Ridwan Kamil sendiri telah sejak lama memberi perhatian khusus terhadap destinasi pariwisata sejarah Islam di Banten. Gelombang ziarah dari berbagai daerah untuk menengok warisan sejarah berupa masjid agung dan kesultanan menandakan Banten memiliki magnet yang tak kecil di mata wisatawan domestik dan mancanegara.

"Kita harus mampu merawat dan membenahi warisan masa lalu dan merevitalisasi situs-situs yang masih ada. Sebagai destinasi wisata, kita tak hanya melihat jejak-jejak sejarah masa lalu. Tapi kita juga belajar tentang hal-hal baik yang diwariskan dari masa lampau," ujar Kang Emil meneguhkan dukungannya kepada Rano Karno yang memberi perhatian khusus terhadap situs-situs bersejarah seperti Masjid Agung Banten.

Usai diskusi, Rano Karno dan Ridwan Kami sempat foto bersama. Ada hal unik pada foto Rano Karno dan Ridwan Kamil saat pertemuan tersebut. Keduanya sama-sama mengacungkan dua jari sambil tersenyum sumringah.

Saat dikonfirmasi terkait foto tersebut, Rano menyebut hal itu soal biasa saja. Saat ditanya lebih jauh, apakah itu sebagai simbol dukungan Kang Emil pada Rano Karno di ajang pilkada Banten, sontak Rano membantahnya.

"Kang Emil ini akrab dengan siapa saja, berteman dengan siapa saja, tidak pilih-pilih. Tidak ada aksi dukung mendukung. Lambang dua jari itu hanya simbolisasi tentang (paling tidak) dua hal. Pertama, kedamaian. Kedua, kemenangan. Jadi, kalau kita damai, maka kemenangan menyertai kita. Tidak semua hal harus selalu dihubung-hubungkan dengan pilgub," ujar Rano.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon