Harvest City Luncurkan CBD Orchid
Senin, 7 November 2016 | 21:48 WIB
Jakarta – Harvest City besutan PT Dwikarya Langgeng Sukses melengkapi area komersial dengan meluncurkan rumah toko (ruko) CBD Orchid, Minggu (6/11). Beberapa tahun terakhir harga ruko di kawasan Kabupaten Bogor itu melejit hingga dua setengah kali lipat.
"Sejak awal 2016, permintaan properti komersial terutama ruko (rumah toko) di Harvest City terus mengalami peningkatan," jelas Leonard Suprijatna, Marketing Manager PT Dwikarya Langgeng Sukses, dalam publikasinya di Jakarta, baru-baru ini.
CBD Orchid, kata dia, merupakan ruko dua lantai yang dalam tahap awal diluncurkan sebanyak 30 unit. Lokasi CBD Orchid sangat strategis karena berada di jantung 13 cluster yang telah terhuni di koridor Trans Yogi, Bogor.
"Harga perdana mulai Rp 700 jutaan per unit. Dalam masa promosi diberikan berupa subsidiuang muka, biaya KPR, free BPHTB, dan Cashback," ujar dia.
Dia menegaskan, melihat besarnya animo masyarakat, pihaknya optimistis tidak sampai tahun depan, Ruko CBD Orchid akan habis terjual. Potential market di kawasan berdirinya CBD Orchid dinilai sangat besar, tidak hanya wilayah Cibubur, Cileungsi, dan Bogor. "Tetapi pasar yang belum tergarap seperti, Bekasi dan Cikarang potensinya sangat besar," ujar Leonard.
Optimisme Leonard ditopang oleh kesiapan infrastruktur yang sudah ada di kawasan tersebut termasuk saat ini pihaknya mengerjakan pelebaran jalan tembus menuju Bekasi dan Cikarang. Lalu, jalan tembus ke ke Setu Serang, Bekasi, jalan itu merupakan persilangan antara Jalan Setu Serang dengan Jalan Cibarusa.
Menurut Leonard, beberapa kawasan komersial yang telah diluncurkan pihaknya telah ludesterjual. Tren peningkatan harga terus berlanjut. Dia mencontohkan Central Niaga Dianthus Boulevard. Pada 2011, harga jualnya Rp 400 jutaan per unit, saat ini berkisar Rp 900 juta sampai Rp 1 miliar per unit. "Artinya, naik sekitar dua setengah kali lipat dari harga awalnya," tukasnya.
Harvest City adalah perumahan skala kota terbesar di sepanjang koridor Jl Transyogi, Cibubur - Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yakni 1.050 hektare (ha). Hingga kini, tercatat sudah sekitar 4.000 kepala keluarga (KK) yang menghuni perumahan itu. Kondisi itu dinilai menjadi captive market di kawasan yang masuk dalam kategori property sunrise tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




