Presiden Pantau Pembahasan BBM
Jumat, 30 Maret 2012 | 11:40 WIB
"Presiden hari ini sedang bekerja di Kantor Presiden, kita mengetahui nanti siang ada pembahasan APBN-P, Presiden seraya menjalankan tugas akan mengikuti proses di DPR RI."
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mengikuti perkembangan pembahasan mengenai APBN-P 2012 yang akan diputuskan dalam sidang paripurna DPR RI Jumat (31/3) siang.
Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat mengatakan, Kepala Negara di tengah-tengah menjalankan tugasnya di Kantor Presiden terus memantau perkembangan pembahasan APBN-P 2012.
"Presiden hari ini sedang bekerja di Kantor Presiden, kita mengetahui nanti siang ada pembahasan APBN-P, Presiden seraya menjalankan tugas akan mengikuti proses di DPR RI," kata Julian.
Ia mengemukkan Presiden secara seksama terus memantau situasi yang berkembang dalam sidang di DPR RI.
"Bagaimana pun pembahasan itu usulan pemerintah, revisi APBN 2012. Pembahasan APBN tersebut menyangkut beberapa hal tidak hanya kenaikan BBM, namun juga membahas mengenai postur anggaran dan asumsi makro serta pengurangan subsidi energi," papar Julian.
Julian mengatakan Presiden dan pemerintah akan mengikuti perkembangan yang terjadi di DPR, dan menghormati keputusan yang akan dihasilkan dalam persidangan tersebut.
Pada Jumat siang menjelang sidang paripurna DPR, ratusan massa dari berbagai kalangan mulai mendatangi kawasan Gedung DPR RI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa.
Sebelumnya, dalam keterangan pers, Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta agar demonstrasi berlangsung dengan tertib serta tidak diikuti dengan perusakan sarana umum dan tidak menganggu kepentingan masyarakat lainnya.
"Saya mengimbau media untuk memberitakan hal-hal yang baik dan bukan ikut memprovokasi," kata Djoko Suyanto ketika memberikan keterangan pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta.
Menurut dia, media berperanan penting dalam menyebr-luaskan informasi kepada masyarakat.
Informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat dalam bentuk berita, menurut dia, hendaknya sudah diyakini kebenarannya.
"Jika menerima informasi dan belum yakin kebenarannya, agar dikonfirmasi dulu kepada pihak berwenang dan terkait," ujarnya, menegaskan.
Menurut dia, hal ini sangat penting untuk memberikan informasi yang benar dan akurat.
"Hal ini penting untuk disadari bersama, jangan sampai kejadian buruk seperti tahun 1998 terulang lagi," katanya, berharap.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terus mengikuti perkembangan pembahasan mengenai APBN-P 2012 yang akan diputuskan dalam sidang paripurna DPR RI Jumat (31/3) siang.
Juru bicara Presiden Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Jumat mengatakan, Kepala Negara di tengah-tengah menjalankan tugasnya di Kantor Presiden terus memantau perkembangan pembahasan APBN-P 2012.
"Presiden hari ini sedang bekerja di Kantor Presiden, kita mengetahui nanti siang ada pembahasan APBN-P, Presiden seraya menjalankan tugas akan mengikuti proses di DPR RI," kata Julian.
Ia mengemukkan Presiden secara seksama terus memantau situasi yang berkembang dalam sidang di DPR RI.
"Bagaimana pun pembahasan itu usulan pemerintah, revisi APBN 2012. Pembahasan APBN tersebut menyangkut beberapa hal tidak hanya kenaikan BBM, namun juga membahas mengenai postur anggaran dan asumsi makro serta pengurangan subsidi energi," papar Julian.
Julian mengatakan Presiden dan pemerintah akan mengikuti perkembangan yang terjadi di DPR, dan menghormati keputusan yang akan dihasilkan dalam persidangan tersebut.
Pada Jumat siang menjelang sidang paripurna DPR, ratusan massa dari berbagai kalangan mulai mendatangi kawasan Gedung DPR RI Jakarta untuk melakukan unjuk rasa.
Sebelumnya, dalam keterangan pers, Menko Polhukam Djoko Suyanto meminta agar demonstrasi berlangsung dengan tertib serta tidak diikuti dengan perusakan sarana umum dan tidak menganggu kepentingan masyarakat lainnya.
"Saya mengimbau media untuk memberitakan hal-hal yang baik dan bukan ikut memprovokasi," kata Djoko Suyanto ketika memberikan keterangan pers di Kantor Menko Polhukam, Jakarta.
Menurut dia, media berperanan penting dalam menyebr-luaskan informasi kepada masyarakat.
Informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat dalam bentuk berita, menurut dia, hendaknya sudah diyakini kebenarannya.
"Jika menerima informasi dan belum yakin kebenarannya, agar dikonfirmasi dulu kepada pihak berwenang dan terkait," ujarnya, menegaskan.
Menurut dia, hal ini sangat penting untuk memberikan informasi yang benar dan akurat.
"Hal ini penting untuk disadari bersama, jangan sampai kejadian buruk seperti tahun 1998 terulang lagi," katanya, berharap.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
INTERNASIONAL
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?




