Fahri Hamzah: Siklus 20 Tahunan Bisa Terjadi pada 2018

Sabtu, 12 November 2016 | 19:33 WIB
B
FH
Penulis: BeritaSatu | Editor: FER
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta - Wakil Ketua DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Fahri Hamzah menegaskan, tidak ada yang ingin menggulingkan presiden atau pemerintahan yang saat ini berkuasa. Meskipun, dirinya mengungkapkan perihal siklus 20 tahunan dalam dunia politik di Tanah Air. Bila berbagai permasalahan yang ada tidak dikelola dengan baik, siklus 20 tahunan bisa terjadi pada 2018.

"Tidak ada yang ingin pemerintah jatuh secara tidak sah. Konstitusi baru (hasil amendemen, Red) sudah mengatur periodisasi kepemimpinan dan kita taat dengan itu. Kita ikutkan itu. Oleh sebab itu, mohon juga para pemimpin, pengendali negara ini mau berdiskusi," kata Fahri di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Sabtu (12/11).

Hanya saja, kata Fahri, pihaknya tetap mengingatkan pemerintah agar tidak menganggap remeh situasi yang belakangan terjadi. Sebab, menurutnya, bisa saja memburuk jika ditambah krisis ekonomi.

Lebih lanjut, politisi PKS ini mengatakan situasi politik yang ditimbulkan dari intrik pemilihan kepala daerah di DKI Jakarta mampu menjadi pemicu terjadinya siklus perubahan 20 tahunan.

"Itu (Pilkada DKI, Red) bisa jadi pemanasan kalau kita gagal mengelola, me-manage. Pilkada DKI itu bisa menjadi ekor dari satu gejolak yang kita tidak bisa kendalikan," ujarnya.

Sebelumnya, saat membuka Kongres Pertama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Fahri Hamzah menyinggung perihal siklus perubahan 20 tahunan yang kerap terjadi di Tanah Air.

Fahri memaparkan, berdasarkan sejarah setiap 20 tahun terjadi perubahan di negeri ini. Sebut saja, tahun 1908 lahir organisasi Budi Utomo. Dua puluh tahun kemudian, 1928 lahir Sumpah Pemuda.

"Indonesia ini selalu muncul energi barunya, bahkan meledak dalam setiap 20 tahunan, lebih-kuranglah. Time line sejarah Indonesia sering tampak meledak pada setiap 20 tahun. Energinya tiba-tiba melesat dan kuat sekali. Tahun 1908 Budi Utomo, 1928 Sumpah Pemuda, 1948 ada peristiwa besar setelah kemerdekaan tahun 1945, 1968-1978 dimulainya Orde Baru (Orba) dan gerakan mahasiswa ingin mengkoreksi Orba," ungkap Fahri seusai membuka kongres pertama KAMMI di Hotel Kartika Candra, Jakarta, Sabtu (12/11).

Kemudian, lanjutnya, pada 1998 Orba runtuh yang ditandai dengan lengsernya Presiden Soeharto yang telah lebih dari 30 tahun berkuasa. Oleh karena itu, Fahri mengingatkan pemerintah akan siklus 20 tahunan yang akan jatuh pada 2018.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon