Perbankan Perlu Segera Transformasi Bisnis

Transformasi Digital Tak Bisa Ditunda Lagi

Minggu, 13 November 2016 | 22:06 WIB
EK
B
Penulis: Emanuel Kure | Editor: B1
Ilustrasi digitalisasi
Ilustrasi digitalisasi (exhibitionscargo.com/exhibitionscargo.com)

Jakarta - Transformasi ke era digital sudah tidak bisa ditunda dan ditawar-tawar lagi. Karena itu, pemerintah memiliki Program Gerakan Nasional 1.000 Star-tup Digital yang akan mendukung visi Indonesia menjadi negara ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Tenggara pada 2020.

Dirjen Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Inormatika, Samuel Pangerapan, menyebutkan, dengan jumlah pengguna internet sebanyak 132 juta d Tanah Air, maka peluang pasar sangat besar untuk menopang ke arah transformasi digital.

"Apalagi, sekarang, sistemnya telah terbangun, logistik juga tersedia, dan programming-nya lebih gampang. Ojek online muncul dengan konsep simpel untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Untuk itu, kita perlu gali ide brilian untuk memberikan solusi bagi masalah masyarakat," ujar dia, pada gelaran Ignition Gerakan Nasional 1.000 Star-tup Digital Semarang, Sabtu (12/11).

Presiden Joko Widodo pun telah menetapkan ekonomi digital sebagai salah satu pilar bangsa. Hal itu dilakukan dengan kesadaran agar bangsa Indonesia tidak cuma jadi penonton dan konsumen saja. "Tapi, kita harus memaknai ekonomi digital sebagai pemain dengan membawa karya kita ke pasar global," sambung Chief Executive Kibar Kreasi Indonesia Yansen Kamto.

Yansen melanjutkan, untuk memulai bisnis rintisan berbasis teknologi/internet (start-up), para peserta Program Gerakan Nasional 1.000 Star-tup Digital harus memikirkan masalah apa yang ada di sekitarnya dan menawarkan solusi permasalahan tersebut.

"Tidak perlu khawatir dengan kesamaan ide, karena pada dasarnya, tidak ada ide baru di dunia ini, contohnya Friendster, Facebook, dan Twitter. Yang penting, bagaimana eksekusi dari masalah yang ada," ungkapnya.

Perbankan
Sementara itu, Presiden Direktur Telkomtelstra Erick Meijer mendorong pelaku industri perbankan untuk memanfaatkan momentum tren digital untuk menjalankan transformasi bisnis. Hal itu perlu dilakukan, sebab dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan peningkatan industri digital yang pesat.

Industri perbankan harus sigap dalam memanfaatkan momentum tren digital untuk melakukan transformasi bisnis. Sebab, tren digital telah mempengaruhi perilaku konsumen dalam bertindak maupun bertransaksi.

"Kondisi ini mendorong para pelaku industri perbankan untuk menggunakan teknologi yang mengedepankan arsitektur aplikasi yang terukur, insfrastruktur TI yang fleksibel, serta dibarengi dengan keamanan data yang optimal sebagai salah satu tantangan terbesar dalam penerapan teknologi di era digital," kata Erick.

Menurut dia, berdasarkan data yang dikutip dari We Are Social 2016, tren pengguanaan perangkat digital terus meningkat. Hal ini ditandai dengan meningkatnya kepemilikan perangkat seperti smartphone (43%), serta laptop dan komputer (15%).

Tak hanya itu, jenis perangkat digital lainnya yang semakin bervariasi juga meningkat. Misalnya, perangkat tablet (4%), streaming TV (1%), e-reader (1%), hingga perangkat wearable (1%) yang kehadirannya mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Indonesia.

Data dari Statista 2016 juga menyebutkan, tren digital juga mempengaruhi perilaku konsumen dalam bertransaksi, sehingga turut mendorong pertumbuhan pasar e-commerce di dalam negeri. Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan tahunan sebesar 20,7% dengan total pendapatan mencapai US$ 5,6 miliar pada 2016. Dengan tingkat penetrasi belanja online yang mencapai 13,4%, diperkirakan meningkat hingga21,2% pada 2021.

Lebih jauh, Bank Indonesia (2016) juga merilis data, seiring dengan pertumbuhan bisnis e-commerce, dunia perbankan dituntut bisa mengikuti tren transaksi digital, termasuk dalam hal cashless payment, branchless banking, sampai dengan hadirnya sektor baru di industri dalam bentuk e-commuting, fintech, serta layanan perbankan keuangan berbasis internet yang jumlahnya semakin meningkat di Indonesia. Total transaksi e-money saja pada 2015 melonjak menjadi Rp 5,2 triliun dari Rp 4,3 triliun tahun 2014.

"Karena itu, industri perbankan menjadi salah satu sektor bisnis yang dituntut untuk melakukan transformasi digital agar tetap berhasil dalam persaingan yang ketat guna memenuhi tuntutan perilaku konsumen yang sudah berubah ke arah digital," ujar Erick.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon