Partisipasi, Kunci Kemenangan Pilkada

Rabu, 16 November 2016 | 13:23 WIB
YP
WM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WM
Ilustrasi pemaparan hasil survei pilkada.
Ilustrasi pemaparan hasil survei pilkada. (Antara)

Jakarta - Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengatakan, selain ditentukan oleh sejauh mana gagasannya diterima oleh masyarakat pemilih, faktor yang tidak bisa disepelekan adalah partisipasi.

Menurut dia, tinggi rendahnya pemilih yang datang ke TPS adalah penentu utama kemenangan Pilkada.

"Apabila pasangan calon dalam masa kampanye didukung oleh mayoritas pemilih, tetapi sebagian besar pendukung tersebut tidak datang ke TPS maka dapat saja kalah dengan pasangan calon yang bukan mayoritas tetapi seluruh pendukungnya memilih di TPS," ujar Masykurudin, di Jakarta, Rabu (16/11).

Prinsip "satu pemilih satu suara" dalam Pilkada, kata Masykurudin sangat menentukan atas kemenangan pasangan calon. Dukungan pemilih terhadap calon tertentu baru akan dihitung ketika telah mencoblos di TPS.

"Tidak ada artinya jika sangat aktif di masa kampanye tetapi tidak menggunakan hak suara di hari pemungutan suara," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, tantangan bagi pasangan calon tidak hanya menyampaikan gagasannya ke pemilih tetapi juga memastikan gagasan tersebut membuat pemilih datang ke TPS. Jika gagasan didukung tetapi tidak membuat datang ke TPS maka hasilnya juga sia-sia.

"Besarnya angka pemilih yang tidak datang ke TPS atau Golput dapat membuat pasangan calon yang didukung mayoritas pemilih menjadi tidak menang. Disitulah partisipasi pemilih menjadi kunci kemenangan Pilkada," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon