Industri E-Commerce Indonesia Alami Perubahan Tren

Rabu, 16 November 2016 | 20:52 WIB
IH
FH
Penulis: Indah Handayani | Editor: FER
CEO Shopee, Chris Feng, di sela Tech In Asia Congerence Jakarta 2016, Rabu, 16 November 2016.
CEO Shopee, Chris Feng, di sela Tech In Asia Congerence Jakarta 2016, Rabu, 16 November 2016. (Investor Daily/Indah Handayani)

Jakarta - Industri e-commerce di Indonesia kini mengalami perubahan tren menuju mobile social commerce, dengan mengkombinasikan tingginya penetrasi penggunaan perangkat mobile dan sosial media.

Situasi ini sejalan dengan data yang dikeluarkan oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi Teknologi Singapura pada 2015, yang menemukan adanya pertumbuhan aktivitas berbelanja online menggunakan perangkat mobile sebesar 164 persen dari tahun sebelumnya. Tak hanya itu, Singpost juga menjelaskan bahwa pada 2014, 27 persen transaksi online masyarakat Indonesia dilakukan melalui sosial media.

CEO Shopee, Chris Feng, mengatakan, pihaknya menempatkan kedua unsur tersebut sebagai inti dari bisnis perusahaan, yang mendukung tercapainya total nilai transaksi yang signifikan sebesar US$ 1,8 Miliar khusus di kawasan ini. Saat ini, lanjut dia, Indonesia telah menjadi salah satu pasar terbesarnya.

"Kontribusi konsumen Indonesia mencapai 40 persen dari keseluruhan bisnis perusahaan serta unduhan aplikasi mencapai 7 juta kali. Pencapaian ini merupakan refleksi kesiapan masyarakat Indonesia untuk memasuki era mobile social commerce yang lebih praktis dan ringkas," ungkap Chris Feng, di sela Tech In Asia Congerence Jakarta 2016 di Jakarta, Rabu (16/11).

Dengan kombinasi aplikasi mobile dan sosmed, kata Chris Feng, pihaknya berupaya untuk menjawab beberapa tantangan yang muncul dari layanan online marketplace yang telah ada, melalui dukungan logistik gratis ongkos kirim, sistem pembayaran yang aman, dan jaminan produk berkualitas.

"Dengan hal ini, diharapkan dapat terus memaksimalkan dukungan terhadap para penjual dalam memasarkan produknya dan menghubungkan dengan pelanggan potensial di pelosok Indonesia," kata Chris Feng.

Hasil penjualan yang signifikan, lanjut dia, juga didapatkan di beberapa negara lainnya di kawasan Asia Tenggara dan Taiwan. Sejak Desember 2015, aplikasinya telah diunduh sebanyak 25 juta kali, dengan jumlah transaksi yang diterima setiap harinya mencapai 250.000 transaksi.

"Tidak hanya itu, kami juga melaksanakan beberapa inisiatif untuk menghadirkan wadah online marketplace yang terpercaya dan dapat diandalkan oleh konsumen," papar dia.

Tak hanya itu, lanjut Chris Feng, pihaknya juga secara konsisten melaksanakan berbagai perayaan belanja untuk mendorong terciptanya aktivitas m-commerce di Indonesia. Salah satunya adalah melalui Mobile Shopping Day, yaitu perayaan belanja melalui ponsel yang telah dilaksanakan pada 10 oktober lalu, yang mencatat peningkatan transaksi jual beli mencapai 350 persen serta lebih dari 3 juta produk terjual dari 51.000 seller yang berpartisipasi.

"Kami percaya inisiatif-inisiatif tersebut dapat mendukung usaha pemerintah untuk mengembangkan industri e-commerce di Indonesia lebih pesat lagi," tutupnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon