Usul ke Anies, Warga Minta Sekolah Negeri Utamakan Warga Lokal

Kamis, 17 November 2016 | 11:04 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan berkunjung ke permukiman Perjuangan Al-Jihad, RW04, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 17 November 2016.
Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan berkunjung ke permukiman Perjuangan Al-Jihad, RW04, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis 17 November 2016. (SP/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan mengunjungi pemukiman warga RW04, Kelurahan Kelapa Gading Timur, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Kamis (17/11). Dalam kunjungannya, Anies yang merupakan mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mendapat usulan agar sistem kuota pelajar yang berhak masuk sekolah negeri diutamakan warga lokal.

Seperti disampaikan H. Hasbih Mukhtar (61), warga RT06/RW04, Kelurahan Kelapa Gading Timur yang menyebutkan banyak warga di lingkungannya mengeluh karena anak-anak sulit mendapat kuota sekolah negeri di wilayahnya. "Sekarang ini dengan sistem kuota online, kebanyakan warga sekitar sekolah tidak mendapat tempat," ujar Hasbih, Kamis (17/11) kepada Suara Pembaruan.

Ia mengungkapkan, mayoritas sekolah negeri terutamanya Sekolah Menengah Atas (SMA) justru didominasi dari luar Jakarta Utara atau luar kota. "Warga di sini tidak kebagian kuota, akhirnya bersekolah di wilayah Jakarta Timur yang jaraknya cukup jauh, otomatis uang transportasi mahal, kasihan pelajar juga menghabiskan banyak waktu di jalan," tuturnya.

Sementara ustazah Najiwah (56) meminta agar Anies memerhatikan kesejahteraan pendidikan guru ngaji. Selama ini honor dari mereka dari Badan Amil Zakat Infaq dan Shadaqah (Bazis) tidak merata. "Tunjangan guru ngaji dapat dari Bazis, cuma dikoordinir kelurahan. Sayangnya pembagian dari orang kelurahan tidak merata, lebih condong pada faktor suka dan tidak suka," kata Najiwah.

Ia berharap agar Anies Baswedan dan pasangannya Sandiaga Salahuddin Uno bisa mengalokasikan anggaran untuk tunjangan guru ngaji. Adapun pemberiannya berdasarkan data terbaru sehingga lebih adil. "Harusnya orang kelurahan datang ke mesjid mendata majelis taklim dan Taman Pendidikan Alwuran (TPA), jadi semua guru mengaji bisa mendapat tunjangan yang sama dan layak atas pengabdiannya," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, Anies mengaku akan mengkaji sistem kuota sekolah agar mengutamakan warga lokal. "Nanti kita utamakan para pelajar di lingkungan sekolah," kata Anies.

Soal biaya transportasi menurut Anies, bisa di-cover dengan program Kartu Jakarta Pintar (KJP). Salah satunya pelajar bisa naik bus sekolah atau bus TransJakarta gratis. "Untuk guru ngaji juga akan kita utamakan kesejahteraannya, jadi tidak saja mengandalkan dari Bazis, tapi juga tunjangan dari Pemprov DKI Jakarta," tandasnya.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon