Kunjungi Mangga Dua, Sandiaga Akan Bangun Kampung Susun

Selasa, 22 November 2016 | 17:14 WIB
CF
WP
Penulis: Carlos Roy Fajarta | Editor: WBP


Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Sandiaga Uno mengunjungi permukiman ilegal, kumuh, dan padat penduduk di pinggir rel Mangga Dua, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, Selasa 22 November 2016.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Sandiaga Uno mengunjungi permukiman ilegal, kumuh, dan padat penduduk di pinggir rel Mangga Dua, Kelurahan Ancol, Jakarta Utara, Selasa 22 November 2016. (SP/Carlos Roy Fajarta Barus)

Jakarta- Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Sandiaga Uno mengaku akan membangun kampung deret rumah susun tidak jauh dari lokasi tempat tinggal warga. Hal itu menanggapi keluhan warga perihal keberadaan status lahan di pinggiran rel Mangga Dua, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara, Selasa (22/11).

"Lokasinya nanti kita lihat dulu status tanahnya apakah memungkinan Pemprov DKI Jakarta membangun di tanah tersebut," ujar Sandiaga saat kunjungan di kawasan tersebut.

Sandiaga mengatakan di Singapura satu tower bisa mencapai 24 lantai layaknya apartemen. "Tapi itu nanti disesuaikan dengan rencana tata kota yang sudah ada," tuturnya.

Oleh sebab itu dia selalu membawa ahli hukum dan tata kota setiap kali berkunjung ke pemukiman padat penduduk. Tujuannya untuk mengkaji apakah di lokasi tersebut memungkinkan ditata kampung deret susun atau harus direlokasi ke lokasi lain.

"Kita ingin memindahkan warga dengan cara-cara yang manusiawi, tapi setelah ditertibkan juga harus tetap melaksanakan pengawasan ekstra di lokasi yang sudah steril, agar mereka atau pendatang baru kembali menempati lokasi," kata Sandi.

Muhaini (66), warga RT12/RW05, Kelurahan Ancol, yang sehari-hari berprofesi sebagai pemulung mengatakan, warga tidak ingin direlokasi dari lokasi sekarang. "Pak keinginan warga di sini cuman satu, kami minta kalau ditata jangan dipindah paksa tanpa dipikirkan tempat tinggal," ujar Muhaini ketika Sandiaga Uno menyusuri gang-gang kecil di Kampung balik rel Pasar Pagi Mangga Dua tersebut.

Ia menyebutkan banyak warga sudah tinggal 20-30 tahun. Bahkan ada yang tinggal sejak lahir. "Saya sudah tinggal saat belum ada mal-mal. Disini dahulunya kuburan dan banyak empang," ungkap wanita yang dahulunya berprofesi sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) itu.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon