Ini Program Basuki untuk Atasi Kemacetan Jakarta

Kamis, 24 November 2016 | 12:08 WIB
LT
FB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: FMB
Pengendara sepeda motor melintas di dekat proyek pembangunan Jalan Layang Non-Tol Pluit di Jakarta, 26 Agustus 2016. Proyek yang membentang dari Pluit Utara hingga Pluit Selatan dengan jarak 10 kilometer itu diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Antara/Hafidz Mubarak A
Pengendara sepeda motor melintas di dekat proyek pembangunan Jalan Layang Non-Tol Pluit di Jakarta, 26 Agustus 2016. Proyek yang membentang dari Pluit Utara hingga Pluit Selatan dengan jarak 10 kilometer itu diharapkan dapat mengurai kemacetan di kawasan tersebut. Antara/Hafidz Mubarak A

Jakarta - Calon Gubernur (Cagub) DKI, Basuki Tjahaja Purnama memaparkan programnya di bidang transportasi kepada warga yang sudah berkumpul di Rumah Lembang.

Pengembangan transportasi untuk mengentaskan kemacetan lalu lintas di Ibu Kota yang akan dilakukan adalah menambah moda transportasi umum diiringi dengan membangun enam ruas jalan tol dalam kota.

Diungkapkannya, kedepan Pemprov DKI tidak akan menambah ruas jalan dalam kota Jakarta. Karena pembangunan enam ruas jalan tol dalam kota akan segera direalisasikan.

"Untuk mengatasi kemacetan, enam ruas tol dalam kota harus dibangun. Saya enggak mau bangun banyak jalan lagi," kata Ahok di Rumah Pemenangan Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (24/11).

Untuk moda transportasi umum, mantan Bupati Belitung Timur ini lebih mengandalkan pembangunan transportasi massal berbasis rel. Seperti Mass Rapid Transit (MRT) dan Light Rapid Transit (LRT).

Mengingat moda transportasi ini dapat mengangkut‎ orang dengan jumlah lebih banyak. Sekali angkut, MRT dapat mengangkut sebanyak 1.950 orang dan LRT bisa mengangkut 600 penumpang per satu kali trip.

"MRT sekali angkut 1950-an orang. Nah lalu bangun LRt, 110 km melingkar diantara dia sumbu MRT Asian Games Kelapa Gading, Velodrome, sekali tarik 600 orang bisa keliling seluruh Jakarta," paparnya.

Sedangkan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi, rencananya Ahok akan menerapkan Electronic Road Pricing (ERP).‎ Kemudian, Pemprov DKI Jakarta telah mengambil alih parkir liar dan menggunakan sistem elektronik dalam pembayarannya.

Retribusi ERP dan parkir meter ini akan disubsidikan untuk pengguna transportasi umum, terutama Bus Transjakarta.

"ERP bisa dapat Rp 4-5 triliun pertahun bisa buat subsidi bus," ungkapnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon