Panglima TNI: Heli yang Hilang Masih Dicari

Jumat, 25 November 2016 | 15:12 WIB
RW
YD
Penulis: Robertus Wardi | Editor: YUD
Gatot Nurmantyo.
Gatot Nurmantyo. (Antara)

Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengemukakan pesawat helly bell 412 TNI Angkatan Darat (AD) yang hilang kontak di Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (24/11) siang masih dicari. Heli itu belum diketahui di mana keberadaannya dan apa masalahnya.

"Terakhir kontak jam 11.29 Wita dengan Malinau tower pada posisi 8 NM dari Malinau dan ketinggian 2.500 feet. Saat ini sedang diadakan pencarian oleh tim SAR," kata Gatot melalui keterangan pers yang diterima SP, Jumat (25/11) siang.

Ia menjelaskan heli tersebut dioperasionalkan pada tahun 2013. Heli tersebut dalam tugas mendorong logistik pasukan pengamanan perbatasan RI-Malaysia.

"Saya belum bisa memberikan jawaban pasti mengenai keberadaan Heli. Apabila sudah ada hasil dari Tim SAR akan diinformasikan. Saat ini Tim sedang bekerja. Mudah-mudahan segera ada khabar baik dan tidak ada hal-hal yg tidak diinginkan," ujarnya.

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menambahkan pencarian pesawat Heli melalui jalur darat dan jalur udara. Pencarian jalur darat dibantu oleh Batalyon Infanteri Raider Khusus 614/Raja Pandita Kodam VI/Mulawarman.

Sedangkan jalur udara dibantu oleh pesawat TNI AU NAS 332 Super Puma dan pesawat CN 235, pesawat TNI AL Cassa AL/U 622. Kemudian dibantu maskapai sipil seperti Pelita Air Service AT 802 dan Susi Air C 208.

"Heli Ball 412 yang sedang melaksanakan tugas, diawaki oleh Lettu Cpn Abdi, Lettu Cpn Yohanes, Lettu Cpn Ginasa, Sertu Bayu dan Praka Suyanto," ujarnya.

Dia menjelaskan spesifikasi heli tersebut adalah sebuah helikopter serbaguna yang diproduksi oleh Bell Helicopter Textron. Helikopter ini adalah pengembangan dari model Bell 212. Perbedaan utamanya terletak pada 4 bilah rotor utama komposit.
Selain itu, juga memiliki Ciri-ciri umum yaitu, Kru: 1-2 pilots, Kapasitas: up to 13 passengers, maximum external load of 4,500 lb (2,040 kg), Panjang: 41 ft 9 in (12.7 m), Diameter baling-baling: 46 ft (14 m), Tinggi: 15 ft (4.6 m), Luas piringan: 1,662 ft² (154.4 m²), Berat kosong: 6,789 lb (3,079 kg), Berat maksimum saat lepas landas: 11,900 lb (5,397 kg) dan Mesin: 2 × Pratt & Whitney Canada PT6T-3BE Twin-Pac.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon