Aksi 2/12, Polisi Siapkan Pengalihan Arus
Selasa, 29 November 2016 | 08:58 WIB
Jakarta - Polri menyiapkan rekayasa arus lalu lintas berupa pengalihan arus terkait aksi massa tanggal 2 Desember, di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Massa diharapkan mematuhi arahan petugas di lapangan.
"Ya betul (ada pengalihan arus). Ada pengaturan, ada pengaturan titik parkir kendaraan dari daerah. Ada petugas yang mengarahkan ke mana mereka parkir, dan demikian pas pulangnya. Sudah disepakati bersama antara GNPF (Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI) dan petugas akan bersama-sama mengimbau agar massa segera kembali ke daerah-daerah, ke tempat parkir kendaraan mereka berada," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mapolda Metro Jaya, Senin (28/11) malam.
Dikatakannya, arus lalu lintas di depan Istana Negara nanti pasti ditutup, begitu pun di Jalan Medan Merdeka Barat hingga depan Istana Negara.
"Nanti hanya bisa dilewati kendaraan secara terbatas. Karena peserta unjuk rasa akan dialihkan ke arah Jalan Merdeka Selatan, jika datang dari Selatan. Jika datang dari Tugu Tani, akan ditempatkan di Jalan Merdeka Timur. Nanti akan diatur kendaraan ini, dikelompokan sesuai daerah mereka, sesuai jalur mana yang paling cepat untuk kembali, ada yang ke arah Tangerang Banten, ada ke arah Selatan," ungkapnya.
Ia menambahkan, Polri mengimbau kepada massa dari luar Ibu Kota Jakarta yang akan mengikuti aksi 2 Desember agar memperhatikan faktor keselamatan di jalan.
"Terkait massa dari luar kota, jika harus ikut ke Jakarta, kami mengimbau perhatikan faktor keselamatan selama di jalan raya. Kemudian patuhi apa yang diimbau oleh petugas kita, terutama mengenai pengamanan jalur di Monas. Ikuti aturan-aturan dari petugas kita terutama berkaitan dengan penempatan kendaraan-kendaraan khususnya bus yang datang di luar daerah. Nanti ada petugas kita yang khusus mengantisipasi berkaitan dengan parkir kendaraan," katanya.
Boy mengungkapkan, 150 ribu massa rencananya akan menggelar dzikir akbar dan Shalat Jumat di kawasan Monas. Apabila ada aksi unjuk rasa di luar kegiatan di Monas, itu bukan bagian dari GNPF. Namun, polisi akan tetap melakukan pengamanan secara persuasif.
"Itu sudah disepakati bukan agenda dari GNPF. Prinsipnya kami persuasif seperti halnya unjuk rasa. Kalau ada di luar Monas, protap pengamanan unjuk rasa itu berlaku. Kami akan lihat apakah ini bagian dari dzikir akbar atau punya agenda sendiri," jelasnya.
Kendati demikian, tambahnya, Polri mengimbau kepada seluruh elemen yang punya agenda aksi unjuk rasa di luar agenda GNPF agar tidak melakukan di hari yang sama atau pilih hari yang lain. Semisal, rencana aksi unjuk rasa elemen buruh.
"Kami sedang koordinasikan dengan KSPI agar mereka paham masaah ini, dan agar bisa diatur sedemikian rupa. Kami atur koordinasi saja," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




