Demo 2/12, Polisi: Ibadah Tak Harus ke Jakarta

Selasa, 29 November 2016 | 13:22 WIB
FA
YD
Penulis: Farouk Arnaz | Editor: YUD
Gabungan ormas Islam berisitirahat di sekitar depan Gedung DPR/MPR RI, Sabtu, 5 November 2016. Dala aksi demonstrasi lanjutan tersebut, mereka meminta Presiden Joko Widodo mundur. Aksi tersebut juga menyebabkan lalulintas  di sekitar lokasi menjadi tersendat. FOTO: BeritaSatu Photo/Danung Arifin
Gabungan ormas Islam berisitirahat di sekitar depan Gedung DPR/MPR RI, Sabtu, 5 November 2016. Dala aksi demonstrasi lanjutan tersebut, mereka meminta Presiden Joko Widodo mundur. Aksi tersebut juga menyebabkan lalulintas di sekitar lokasi menjadi tersendat. FOTO: BeritaSatu Photo/Danung Arifin

Jakarta-Polri all out mengamankan aksi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) berlabel Bela Islam jilid III yang digelar di lapangan Monas, Jakarta pada 2 Desember 2016 mendatang. Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar menegaskan tak ada larangan bagi massa di daerah untuk datang ke Jakarta.

"Tapi karena ini bukan acara demo dan formatnya acara ibadah, maka disarankan melakukan ibadah yang sama di daerahnya, doa istighozah bersama," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (29/11).

Dia mengatakan, ibadah di daerah bisa dikoordinasi dengan TNI, Polri, dan ulama. "Itu bisa dilakukan dengan berkoordinasi unsur di daerah," kata dia.

Boy juga mengungkapkan, polisi dan TNI akan membuat pengamanan di ring 1, 2, dan 3, termasuk pengaturan kendaraan dan rekayasa lalu lintas. Bus yang datang dari luar Jakarta akan diparkir di PRJ kemayoran, Lapangan Banten, Parkir Timur Senayan, serta Masjid Istiqlal.

"Seperti disampaikan GNPF, peserta aksi dilarang membawa benda berbahaya seperti sajam (senjata tajam) dan bambu runcing. Petugas mengedepankan persuasif, preventif. Demo 4/11 lalu ada masyarakat yang bawa tiang bendera yang ujungnya diruncingkan," lanjut Boy.

Peserta aksi diminta membawa sajadah masing-masing karena yang disediakan untuk sholat Jumat dikhawatirkan tidak cukup. "Setelah itu masyarakat disarankan kembali ke rumah masing-masing. Ulama, petugas, akan mengarahkan ke bus dan lokasi parkir untuk pulang. Laskar pemuda juga dilibatkan untuk menjaga pengamanan," tambahnya.

Sementara di Monas ada posko kesehatan, tempat wudu, dan toilet, sehingga kalau ada yang merasa sakit lebih baik beristirahat. Apalagi jika matahari bersinar terik mengingat lokasi tempat terbuka. "Aksi akan dikawal 22.000 personel yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, dan petugas kesehatan," kata dia.

Boy mengatakan jumlah massa diperkirakan 150.000-200.000. Jika membeludak sampai 600.000 -700.000 orang, maka rumput di Monas akan dipakai ibadah, termasuk hingga ke Jalan Merdeka Selatan dan Merdeka Timur. "Di belakang stasiun Gambir ada lokasi untuk ibu-ibu," lanjutnya.

Dia mengatakan, acara akbar ini diprediksi menganggu kelancaran lalu lintas sehingga akan ada rekayasa lalu lintas. "Jalan yang pasti tidak difungsikan adalah Merdeka Utara dan Barat dari jam 8.00 sampai 15.00 WIB. Kalau ke arah Kota dari Semanggi bisa lewat Budi Kemuliaan, Gajah Mada, dan Harmoni," sambungnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon