Smailing Tour Optimistis Sektor Pariwisata Tetap Tumbuh
Selasa, 29 November 2016 | 16:42 WIB
Jakarta - Meski kondisi perekonomian dunia masih belum pulih sepenuhnya, hal tersebut tidak meghalangi pertumbuhan bisnis travel di Indonesia untuk tetap bertumbuh di tahun depan. Pasalnya, tidak ada isu berarti yang dapat mengganggu perkembangan bisnis pariwisata di tanah air.
"Kami optimis pada tahun 2017 akan terjadi pertumbuhan di sektor pariwisata, walapun perekonomian dunia belum pulih. Saya melihat, tidak ada isu berarti yang dapat mengganngu bisnis wisata. Terlebih, kondisi di negara lain juga cukup aman," ujar Presiden & CEO Smailing Tour, Anthony Akili, di sela perayaan 40 Tahun Smailing Tour, di Museum Akili, Jakarta, Selasa (29/11) siang.
Lebih lanjut Anthony mengatakan, pihaknya tetap optimistis menghadapi kondisi bisnis pariwisata di tahun depan. Bahkan, lanjut dia, Smailing Tour menargetkan pertumbuhan sebesar 10 persen hingga 20 persen di tahun depan.
"Untuk target ini, kami optimistis bisa dicapai. Pasalnya, bisnis kami pada tahun 2016 hingga November terjadi pertumbuhan hingga 9,5 persen. Sedangkan pertumbuhan industri hanya 3-4 persen. Hingga akhir tahun ini, kami perkirakan pertumbuhannya akan mencapai 10 persen," jelasnya.
Secara umum, kata Anthony, kondisi bisnis pada tahun 2016 terutama di sektor pariwisata sangat berat. Terlebih, lanjut dia, banyak industri lainnya yang mengalami kesulitan karena dunia sedang bergejolak. "Meski demikian, kami bersyukur karena Smailing Tour masih mengalami pertumbuhan diatas pertumbuhan industri pariwisata," tegasnya.
Bidik Wisatawan Tiongkok
Menurut Anthony, salah satu strategi Smailing Tour di tahun 2017 adalah membidik wisatawan mancanegara (wisman) untuk mengunjungi sepuluh destinasi utama pemerintah seperti, Danau Toba, Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Borobudur, Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, Wakatobi, Labuan Bajo dan Pulau Morotai.
"Untuk wisman dari Eropa misalnya, kita bidik kerja sama dengan penerbangan Etihad yang kemudian diteruskan ke destinasi unggulan pemerintah," kata dia.
Menyoal wisatawan asal Tiongkok, Anthony mengungkapkan, marketnya sendiri sangat luas dan memiliki beberapa kriteria. "Ada yang group-group yang maunya murah meriah dan harus ditangani secara khusus. Selain itu, ada pula wisman secara individu atau keluarga, yang penanganannya simpel," jelas Anthony.
Saat ini, kata dia, pihak Smailing Tour membidik wisman Tiongkok secara individu atau keluarga.
Wisman yang menjadi pelanggan Smailing Tour dari Tiongkok, mencapai 30.000 orang per tahun.
"Memang jumlahnya masih terbilang sedikit karena yang dibidik wisman individu atau keluarga, bukan wisman rombongan. Fokus kami untuk wisatawan Tiongkok hanya menyasar VIP atau individu dan keluarga, bukan rombongan," tambah Anthony.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




