Pilgub DKI Jakarta 2017
Charta Politika: Agus-Sylvi vs Ahok-Djarot di Putaran Kedua
Selasa, 29 November 2016 | 21:47 WIB
Jakarta - Hasil survei yang dilakukan lembaga survei Charta Politika Indonesia menunjukkan kecil kemungkinan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 berlangsung dalam satu putaran, mengingat tidak ada pasangan yang meraih dukungan 50 persen plus satu.
Elektabilitas ketiga pasangan masih berkisar pada angka 30 persen dan yang paling berpeluang melaju ke putaran kedua adalah pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) dan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot). Sedangkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno (Anies-Sandi) diprediksi tak lolos karena dukungan yang diperoleh dari berada di bawah kedua pasangan tersebut.
"Dilihat dari sisi elektabilitas, angkanya cukup tipis dari tiga pasangan calon, yakni berkisar di bawah 30 persen, maka pelaksanaan Pilgub DKI 2017 berpotensi terjadi dua putaran," kata Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya di Jakarta, Selasa (29/11).
Berdasarkan survei terhadap 733 responden pada 17-24 November 2016, sebanyak 29,5 persen responden memilih pasangan Agus-Sylvi saat ditanya pasangan mana yang dipilih bila pilgub dilaksanakan saat survei. Kemudian, Ahok-Djarot di peringkat kedua (28,9 persen) dan Anies-Sandi (26,7 persen). Sedangkan responden yang tidak menjawab atau belum menentukan pilihan sebanyak 14,9 persen.
Khusus menyangkut elektabilitas calon gubernur dengan pertanyaan terbuka, Agus mendapat 24,4 persen dukungan, Ahok (23,5 persen), dan Anies (19,4 persen). Sedangkan dengan pertanyaan tertutup, Agus dipilih sekitar 29,5 persen responden, Ahok (28,5 persen) dan Anies (26,1 persen).
"Dari hasil survei beberapa lembaga survei, memang ada kecenderungan Agus melesat naik dan Ahok turun, serta Anies selalu stagnan. Agus dan Sylvi naik karena pada awalnya tingkat pengenalan terhadap mereka rendah. Tingkat kesempatan Ahok-Djarot lebih kecil karena memang tingkat pengenalan incumbent biasanya sudah mencapai 90 persen. Jadi memang ada kecenderungan tingkat pengenalan incumbent itu akan stagnan dan penantang naik, karena penantang punya kesempatan banyak untuk meningkatkan pengenalan diri mereka," ujar Yunarto.
Pada pertanyaan "calon gubernur paling dikenal", Ahok berada di urutan teratas dengan 48,0 persen, disusul Agus Harimurti Yudhoyono (24,3 persen) dan Anies Rasyid Baswedan (19,5 persen).
Sementara untuk "calon wakil gubernur paling dikenal" Sandiaga Salahudin Uno berada di urutan teratas dengan 33,6 persen, disusul Djarot Saiful Hidayat (29,9 persen), dan Sylviana Murni (23,6 persen).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




