Di Urutan 2 Survei Charta Politika, Ahok-Djarot Tetap Yakin Menang

Selasa, 29 November 2016 | 21:54 WIB
LT
JS
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: JAS
Ruhut Sitompul, Djarot Saiful Hidayat, dan Basuki Tjahaja Purnama.
Ruhut Sitompul, Djarot Saiful Hidayat, dan Basuki Tjahaja Purnama. (Antara)

Jakarta - Mendapatkan posisi kedua setelah pasangan calon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni berdasarkan hasil survei Charta Politika, Cawagub DKI Djarot Saiful Hidayat menegaskan ia bersama Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap yakin menang satu putaran dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

"Enggak apa-apa. Nanti kita lihat saja. Survei itu kan dinamis ya. Karena banyak faktor penyebabnya. Nanti Desember, Januari, Februari akan naik dengan sendirinya," kata Djarot seusai blusukan ke Jalan Swadarma 3, Kelurahan Petukangan Utara, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Ia sendiri terus memantau hasil survei yang dilakukan lembaga-lembaga survei. Karena dengan hasil tersebut, ia bersama tim pemenangan dapat mempelajari hasil survei tersebut.

"Pasti dong. Terima kasih dikasih survei gratis," ujarnya.

Terkait prediksi Charta Politika yang menyatakan Pilgub DKI berpotensi dua putaran dengan meloloskan pasangan calon nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan pasangan nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, mantan Wali Kota Blitar ini optimistis Pilgub DKI hanya berlangsung satu putaran saja.

"Semua kandidat menginginkan satu putaran selesai. Kita pun ingin satu putaran selesai. Tapi baik itu satu atau dua putaran, hasilnya pasti Ahok-Djarot hampir kalah, alias menang," tuturnya.

Hal senada juga dinyatakan Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Dengan mendapatkan posisi kedua, hal itu dapat memotivasi parpol pengusung dan relawan bekerja lebih keras.

"Ya enggak apa-apa, berarti orang partai politik, sama teman-teman relawan harus kerja lebih keras lagi," kata Ahok.

Menurutnya, semakin banyak survei yang dilakukan lembaga survei, justru kian menguntungkan pasangan Ahok-Djarot dan tim pemenangan. Karena, pihaknya tidak perlu merogoh kocek menyewa lembaga survei untuk melihat tingkat elektabilitasnya.

"Justru banyak lembaga survei malah menguntungkan kami. Minimal kalau ada lembaga survei begitu banyak, saya hemat duit enggak usah bayar lembaga survei lagi," ujarnya.

Dari hasil survei yang dilakukan lembaga survei Charta Politika Indonesia, kecil kemungkinan pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 akan selesai dalam satu putaran. Mengingat aturan perolehan suara di DKI Jakarta harus 50 persen plus satu persen, maka diprediksikan Pilgub DKI 2017 akan berlangsung dua putaran.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan dilihat dari sisi elektabilitas yang angkanya cukup tipis dari tiga pasangan calon, yakni berkisar dibawah 30 persen, maka pelaksanaan Pilgun DKI 2017 berpotensi terjadi dua putaran.

"Kalau dilihat dari gambaran peta elektabilitas ketiga pasangan calon, sangat sulit dilakukan satu putaran. Ini akan terjadi dua putaran. Karena memang aturan angka 50 plus satu," kata Yunarto di kantor Charta Politika Indonesia di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (29/11).

Berdasarkan hasil survei, dari sisi elektabilitas top of mind (pertanyaan terbuka), elektabilitas calon gubernur (cagub) Agus Harimurti Yudhoyono berada di atas dua rivalnya, yakni sebesar 24,4 persen. Sedangkan Cagub Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sebesar 23,5 persen dan Anies Rasyid Baswedan sebesar 19,4 persen.

Pada pertanyaan tingkat elektabilitas secara tertutup, Agus dipilih oleh sekitar 29,5 persen responden. Diikuti selanjutnya oleh Basuki yang dipilih oleh 28,5 persen responden dan Anies dipilih oleh 26,1 persen responden. Sementara 16 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

Kemudian bila dilihat dari tingkat elektabilitas simulasi pasangan cagub dan calon wakil gubernur (cawagub), dengan pertanyaan Pilgub DKI dilangsungkan hari ini, pasangan Agus-Sylviana Murni memperoleh suara 29,5 persen, berada ditingkat pertama.

Disusul pasangan Ahok-Djarot Saiful Hidayat sebesar 28,9 persen dan Anies-Sandiaga Uno memperoleh 26,7 persen. Sedangkan yang belum menentukan pilihan ada sebanyak 14,9 persen.

"Hal ini menunjukkan seandainya Pilgub DKI dilaksanakan hari ini, berpotensi terjadi dua putaran. Karena perolehan elektabilitas masing-masing calon masih di bawah 50 persen plus satu," ujarnya.

Dengan hasil Agus-Sylvi selalu berada di posisi pertama dan Ahok-Djarot berada di posisi kedua, maka diprediksikan dalam putaran kedua akan diramaikan oleh pasangan calon dengan nomor urut satu dan dua saja.

Hal itu terbukti bila dilakukan pengujian dengan menggunakan simulasi kertas suara, Agus-Sylviana dipilih oleh 30,4 persen responden. Sementara Ahok-Djarot dipilih oleh 29,3 persen, dan Anies-Sandiaga dipilih oleh 26,9 persen responden. Sebanyak 13,4 persen responden menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon