Tempati Posisi Akhir Survei, Anies-Sandi: Semua Bisa Berubah
Rabu, 30 November 2016 | 17:36 WIB
Jakarta - Hasil survei terbaru bulan November 2016 mengenai elektabilitas pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017 sudah mulai dirilis oleh sejumlah lembaga survei, salah satunya oleh Lembaga Charta Politika pada Selasa (29/11) kemarin.
Dalam survei tersebut apabila menggunakan simulasi kertas suara, paslon Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni menempati posisi teratas dengan elektablitas mencapai 30,4 persen, menyusul Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dengan 26,9 persen, dan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno di angka 26,9 persen, dan responden yang belum menentukan pilihan sebesar 13,4 persen.
Hasil survei yang dilakukan pada 17 hingga 24 November 2016 ini didasarkan pada 733 responden dengan metode acak bertingkat, memiliki margin error 3,5 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Melihat posisi hasil surveinya yang berada di posisi terakhir, Calon Wakil Gubernur nomor urut tiga, Sandiaga Salahuddin Uno mengaku kompetisi Pilkada DKI pada tahun 2017 ini merupakan pemilu daerah paling ketat dalam sejarahnya karena masing-masing paslon memiliki kans yang sama serta harus bekerja ekstra keras untuk meraih undecided voters.
"Berbagai hasil survei ini menunjukkan bahwa ada keinginan masyarakat mengganti pemimpin yang sekarang. Saat 8 bulan yang lalu saya mengatakan hal ini tidak ada yang percaya, sekarang jadi kenyataan. Dahulu survei beranggapan bahwa incumbent tidak terkalahkan, ternyata bisa dilampaui dari hasil survei terkini," ujar Sandiaga Uno, Selasa (29/11) kemarin di Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Sebagai contoh, sosok Agus Yudhoyono yang dahulunya tidak dikenal, sekarang justru memuncaki angka dalam hasil survei elektabilitas. Namun demikian angka survei tersebut masih sangat berdekatan dan bisa saling mengejar antara satu paslon dengan paslon lainnya dalam waktu 80 hari ke depan hingga hari pencoblosan pada 15 Februari 2017.
Paslon Anies-Sandi dikatakannya tidak terlalu mempermasalahkan hasil survei yang bisa bergerak dan bergeser kapan saja yang menempati nomor urut satu, dua, hingga terakhir. Mereka meyakini semua bisa berubah sesuai dengan timing, isu, dan momentum.
"Warga Jakarta menginginkan Gubernur yang bisa memimpin semua, bukan hanya kelompok tertentu, bisa diterima oleh masyarakat secara menyeluruh, dan memiliki rekam jejak yang jelas dalam bidang pendidikan dan lapangan kerja. Ini yang harus kita sampaikan dan putuskan pada masyarakat, bahwa Anies-Sandi memiliki komitmen untuk masa depan Jakarta yang lebih baik lagi," tambah Sandiaga Uno.
"Saya sampaikan pada tim sukses jangan stress melihat hasil survei buruk di luar, jangan jumawa bila mendapat hasil survei bagus, siapa yang memuncaki hasil survei kadang malah berbeda saat pelaksanaan voting, misalnya hasil survei Hillary Clinton di Pemilu Amerika, survei Brexit di Eropa. Kita pakai hasil survei sebagai bahan masukan agar Anies-Sandi makin dapat meyakinkan, memenangkan hati dan pikiran mereka agar Jakarta maju dan dipimpin oleh sosok yang bisa diterima oleh semua pihak," lanjutnya.
Sandiaga Uno meyakini bahwa isu utama masalah minimnya ketersediaan lapangan pekerjaan, mahalnya berbagai kebutuhan pokok, isu masih kurang optimalnya pelayanan kesehatan dan pendidikan masih menjadi main concern dari warga ibukota Jakarta.
"Siapa yang bisa memberikan visi dan misi yang komprehensif, jelas, dan memiliki latar belakang (rekam jejak) yang mumpuni untuk menghadapi masalah-masalah ini, maka dialah yang akan dipilih warga ibukota Februari 2017 nanti," tutup Sandiaga Uno.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




