Hormati Korban Pesawat Jatuh, Cavani Rela Dapat Kartu Kuning

Kamis, 1 Desember 2016 | 13:50 WIB
JS
JS
Penulis: Jaja Suteja | Editor: JAS
Striker Paris Saint Germain, Edinson Cavani, membuka kostum untuk memperlihatkan tulisan demi menghormati anggota skuat klub Chapecoense yang menjadi korban kecelakaan pesawat di Kolombia. Ini dia lakukan setelah mencetak gol ke gawang Angers, Rabu, 30 November 2016.
Striker Paris Saint Germain, Edinson Cavani, membuka kostum untuk memperlihatkan tulisan demi menghormati anggota skuat klub Chapecoense yang menjadi korban kecelakaan pesawat di Kolombia. Ini dia lakukan setelah mencetak gol ke gawang Angers, Rabu, 30 November 2016. (AFP)

Paris - Striker Paris Saint-Germain (PSG) Edinson Cavani mengungkapkan perasaannya usai mencetak gol ke-100 untuk klub yang berbasis di Ibu Kota Prancis itu. Saat merayakan gol dia membuka kostum yang dikenakannya. Dia rela mendapat kartu kuning demi menghormati skuat Chapecoense yang menjadi korban jatuhnya pesawat di Kolombia.

Penyerang asal Uruguay ini mencetak gol dari titik penalti dan mengantar timnya menang 2-0 atas Angers, Rabu (30/11) atau Kamis dini hari WIB. Satu gol lainnya dicetak bek tengah Thiago Silva. 

Kemenangan ini membuat PSG terus membayangi pemimpin klasemen Nice. PSG kini telah meraih 35 poin hanya berselisih satu dengan Nice.

"Ada banyak hal, ada emosi yang meluap hari ini," ujarnya seusai pertandingan. "Saya gembira untuk tim. Saya senang dengan kemenangan ini. Saya berharap bisa terus berlanjut seperti ini," papar striker yang telah memasuki tahun keempat di PSG ini.

"Sebelum pertandingan saya sudah tahu akan mencetak gol hari ini. Saya akan mencapai 100 gol. Jadi saya senang," imbuhnya.

Saat merayakan gol Cavani membuka kostum dan memperlihatkan kaus berisi tulisan berisi penghormatan untuk anggota skuat klub Brasil, Chapecoense, yang menjadi korban jatuhnya pesawat di Cerro Gordo, Kolombia. Di kausnya terdapat tulisan, "ACF Fuerza" yang jika diartikan kurang lebih "Kekuatan ACF". ACF adalah singkatan nama resmi klub Brasil itu yakni Associacao Chapecoense de Futebol.  

Pesawat tersebut mengangkut pemain dan staf Chapecoense yang akan memainkan partai final Piala America Selatan atau Copa Sudamericana melawan Atletico Nacional. Cavani mendapat kartu kuning akibat tindakannya ini namun dia paham wasit cuma ingin menegakkan peraturan.

"Saya berbicara dengan wasit dalam bahasa Inggris. Dia katakan ini gesture yang bagus," ungkap pemain berusia 29 tahun ini.

"Ini normal. Kami memang tak berhak menyampaikan pesan, melepas kostum. Saya paham. Namun yang terpenting adalah pesannya. Kartu kuning bukan masalah," paparnya lagi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon