Kapolri: Upaya Duduki DPR Melalui Aksi 2/12 Gagal Total

Senin, 5 Desember 2016 | 14:29 WIB
YP
FB
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: FMB
Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian (tengah), bersama Ketum MUI Ma'ruf Amin (kanan), memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin 28 November 2016.
Kapolri Jendral Pol. Tito Karnavian (tengah), bersama Ketum MUI Ma'ruf Amin (kanan), memberikan keterangan pers bersama usai pertemuan di kantor MUI, Jakarta Pusat, Senin 28 November 2016. (BeritaSatu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta - Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengungkapkan upaya sejumlah aktivis menduduki DPR dengan mengerahkan massa aksi 2 Desember gagal total. Hal ini disampaikan Tito saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi III DPR di mana salah satu agendanya terkait 11 aktivis yang ditangkap karena diduga ingin melakukan makar.

"Kami melihat ada upaya pengerahan massa ke DPR dengan agenda politik lain. Kami antisipasi. Seperti yang ada lihat, aksinya berlangsung damai, tidak ada pengerahan massa. Itu gagal total," ujar Tito ruang Rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (5/12).

Tito mengatakan ada upaya dari pelaku makar untuk membelokkan ratusan ribu massa yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI untuk menduduki gedung DPR dan MPR. Namun, kepolisian, kata dia sudah tahu upaya tersebut dan menangkap 11 terduga pelaku teror ini.

"Kami tidak ingin aksi para ulama dan umat muslim ditunggangi oleh agenda politik selain memproses hukum Ahok. Kami sudah bangun dialog dengan GNPF MUI, dan komit untuk proses hukum Ahok," tandas dia.

Sebelumnya, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo mengatakan bahwa RDP antara Komisi III dan Kapolri itu membahas penangkapan 11 orang dengan tuduhan makar dan pelanggaran atas pasal dalam UU ITE. Pasalnya, sebutan makar agak sensitif dalam konteks perpolitikan nasional dan berpotensi mengganggu perekonomian.

"Pertama, apakah identitas sosok-sosok petualang politik yang ingin melakukan makar itu sudah teridentifikasi, dan kapan akan diumumkan kepada publik?" kata Bambang.

Kedua, kata dia, polri perlu mengungkapkan apat-rapat yang mengagendakan makar dan upaya ingin menguasai gedung DPR di mana saja, serta siapa politikus yang dimaksud dan menjadi peserta rapat-rapat itu. Ketiga, lanjutnya, bagaimana Polri akan memperlakukan para perencana makar itu, termasuk para peserta rapat.

"Keempat, apakah ada keterkaitan tersangka penyebar rush money dengan peserta makar atau tidak," kata Bambang.

"Dan terakhir sudah sejauh mana penanganan atau penyelidikan terhadap aktor-aktor politik yang menunggangi aksi damai 4 November yang berujung pada kerusuhan itu? Dan akan berlangsung berapa lama situasi dan kondisi waswas ini akan berlangsung?," ungkap politisi Golkar ini menambahkan.







Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon