Insiden Penyiraman Air Keras Dibawa ke Dewan Pers

Senin, 2 April 2012 | 15:10 WIB
IM
B
Penulis: Ismira Lutfia/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat membubarkan unjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPR. FOTO: Safir Makki/JAKARTA GLOBE
Pengunjuk rasa terlibat bentrok dengan aparat kepolisian saat membubarkan unjuk rasa menolak kenaikan BBM di depan Gedung DPR. FOTO: Safir Makki/JAKARTA GLOBE
"Kami harap Dewan Pers bisa mendorong terungkapnya kasus ini."

Manajemen Jak TV mendatangi Dewan Pers, hari ini. Kedatangan tersebut untuk melaporkan insiden penyiraman air keras yang menimpa juru kamera Jak TV, Ananto Handoyo, saat meliput aksi menentang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di depan Gedung DPR, akhir minggu lalu.

"Kami harap Dewan Pers bisa mendorong terungkapnya kasus ini, karena menyangkut fisik dan bila kena mata bisa sangat bahaya. Kejadian ini sulit diterima dan semoga tidak menimpa jurnalis lain," ujar Direktur  Utama JakTV, Yahya Basalamah.
 
Sementara itu, anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo mengatakan, sejauh ini pihaknya mencatat enam jurnalis terkena siraman air keras tersebut. Salah satunya termasuk koresponden media asing di Indonesia.
 
"Kami turut prihatin atas insiden ini yang menimpa kaum pers, demonstran dan juga aparat polisi," ujar Agus.

Seperti diketahui, juru kameran Jak TV, Ananto menjadi satu dari beberapa wartawan yang terkena cipratan air keras saat demonstrasi berujung ricuh di DPR. Akibat hal tersebut Ananto mengalami luka bakar pada bagian wajah. 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon