UP DATE: Korban Tewas Gempa Pidie 25 Orang
Rabu, 7 Desember 2016 | 10:58 WIB
Pidie Jaya, Aceh- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie Jaya Puteh A Manaf menyatakan, korban meninggal dunia akibat gempa berskala 6,4 skala richter (SR) Rabu pagi (7/12) bertambah menjadi 25 orang, akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Hingga pukul 11.00 WIB siang ini, Tim SAR telah menemukan 25 korban tewas dan 26 orang luka berat.
"Korban dirujuk ke RSUD Pidie Jaya dan puskesmas," kata Puteh.
Dia mengatakan, tim relawan terus melakukan pencarian dan evakuasi korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan bangunan. "Korban meninggal dunia sebagian besar tertimbun bangunan dan pencarian terus dilakukan, karena banyak bangunan rumah dan pertokoan di Pidie Jaya roboh," kata dia kepada wartawan di Meureudu, ibu kota Pidie Jaya, Rabu.
Kepala Humas Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, operasi pencarian dan penyelamatan korban jiwa masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, Tagana, PMI, relawan dan masyarakat.
"Kepala BNPB bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan dan Tagana dalam perjalanan menuju Pidie Jaya untuk melakukan bantuan penanganan darurat," kata Sutopo.
Sementara data kerusakan bangunan bertambah. Data sementara yang berhasil dihimpun di Kabupaten Pidie Jaya terdapat 72 unit ruko roboh, beberapa tiang listrik roboh, beberapa ruas jalan rusak, 15 unit rumah rusak berat, 5 unit masjid roboh, 1 unit gedung STAI AL-Azziziyah roboh, dan 1 unit bangunan took roboh. Sedangkan di Kabupaten Bireuen terdapat 2 unit rumah roboh dan 1 unit masjid roboh.
Sementara itu, relawan Sentra Komunikasi (Senkom) Mitra Polri, Royan menyebutkan, selain korban meninggal, puluhan warga juga mengalami luka ringan dan berat yang kini sudah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya. "Korban luka parah sebagian besar mengalami patah tangan dan kaki, akibat tertimpa bangunan beton yang roboh," katanya.
Pihak RSUD Pidie Jaya kewalahan menangani korban gempa yang mencapai puluhan orang, sehingga sebagian dilarikan ke RSUD Sigli yang berjarak sekitar 60 km
Sedikitnya 30 korban gempa yang mengalami luka ringan dan berat, terutama patah tulang akibat tertimpa bangunan kini dirawat di RSUD Pidie Jaya.
Menurut Royan yang turut membantu menangani korban menyatakan, pemerintah segera mengirim tenaga medis dan obat-obatan, karena tenaga medis di RSUD Pidie Jaya terbatas.
Royan menyatakan, pusat pasar di Ibukota Pidie Jaya, Meureudu, masih lumpuh, karena sebagian toko roboh. "Pemerintah perlu mengerahkan alat berat ke Meureudu, karena diduga masih ada korban yang tertimbun bangunan," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




