Menteri Yohana: Hari Ibu Wujud Kecintaan Rakyat Indonesia

Kamis, 22 Desember 2016 | 15:24 WIB
NL
WP
Penulis: Novy Lumanauw | Editor: WBP
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Yohana Yembise
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. Yohana Yembise (Istimewa)

Jakarta- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise mengatakan, peringatan Hari Ibu merupakan wujud kecintaan rakyat Indonesia untuk mengenang dan menghargai perjuangan kaum perempuan Indonesia yang telah berjuang bersama merebut kemerdekaan dan meningkatkan kualitas hidup.

"Inilah yang membedakan Hari Ibu di Indonesia dengan Peringatan "Mother’s Day" di beberapa negara di dunia," kata Yohana Yembise dalam sambutan tertulis, yang dibacakan Sekretaris Kementerian PPPA Wahyu Hartomo pada upacara Peringatan Hari Ibu Kementerian/Lembaga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (22/12).

Komitmen pemerintah mengapresiasi para ibu tercermin pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan bahwa tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu, sekaligus hari nasional bukan hari libur.

Yohana mengatakan, peringatan Hari Ibu di Indonesia dilandasi tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan yang dilandasi cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju Indonesia aman, tenteram, damai, adil, dan makmur. Hal ini sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia, pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. "Peristiwa inilah yang kemudian menjadi tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya sebagai Hari Ibu, baik di dalam maupun luar negeri," katanya.

Ditegaskan, peringatan Hari Ibu juga menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah melalui proses panjang dalam mewujudkan persamaan peran dan kedudukannya dengan laki-laki.

Pada kesempatan itu, Yohana secara khusus meminta agar momentum Hari Ibu dijadikan sebagai refleksi berbagai upaya yang telah dilakukan dalam rangka memajukan pergerakan perempuan di semua bidang pembangunan. "Perjalanan panjang selama 88 tahun, telah mengantarkan keberhasilan bagi kaum perempuan dan laki-laki dalam menghadapi tantangan global yang multidimensi, khususnya perjuangan untuk mewujudkan kesetaraan gender di Indonesia," ujarnya.

Peringatan Hari Ibu pada era kekinian, lanjutnya, diharapkan dapat mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan kepada seluruh masyarakat, terutama generasi penerus bangsa agar mempertebal tekad dan semangat mengisi pembangunan.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon