Ratusan Lapak PKL Liar di Sukabumi Ditertibkan
Selasa, 27 Desember 2016 | 17:13 WIB
Sukabumi - Ratusan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar yang menutupi bahu jalan dan trotoar tepatnya di depan Pasar Cicurug, Kabupaten Sukabumi ditertibkan oleh petugas keamanan gabungan, Selasa (27/12).
"Ada 186 lapak PKL yang kami tertibkan, mayoritas pedagang tersebut menjual sayuran, makanan dan minuman serta hasil bumi lainnya," kata Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Diskoperindagsar) Kabupaten Sukabumi, Asep Japar di Sukabumi, Selasa (27/12).
Penertiban ini dilakukan karena keberadaan mereka (PKL) yang berdiri di trotoar hingga bahu jalan ini merupakan salah satu penyebab kemacetan di jalur utama penghubung Sukabumi dengan Bogor.
Bahkan, akibat keberadaan PKL liar ini, pusat ekonomi di Kecamatan Cicurug tersebut menjadi kumuh dan rawan terjadi kecelakaan, apalagi jalan tersebut merupakan akses utama kendaraan bertonase besar untuk mendistribusikan berbagai barang dari Kabupaten Sukabumi ke wilayah Jabodetabek.
Sebelum dilakukan penertiban ini, pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan pendekatan kepada para pemilik lapak untuk segera menertibkan barang dagangannya sejak tiga hari yang lalu. Namun, karena masih ada yang membandel sehingga tindak tegas seperti ini harus dilakukan.
Pada penertiban tersebut terjadi penolakan dari sejumlah pedagang, adu mulut dan keributan pun sempat terjadi. Namun, jumlah petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi dan TNI yang lebih banyak sehingga tidak sampai terjadi kericuhan.
Untuk PKL yang berjualan di trotoar dan bahu jalan tersebut kami pindahkan ke lantai I Pasar Cicurug, karena jika ditempatkan di lantai bawah atau tempat parkir maka akan terjadi penolakan dari pemilik kios dan los yang sudah lama berjualan di lokasi Pasar Cicurug.
"Kami sudah mengimbau kepada PKL yang dipindahkan ke dalam komplek Pasar Cicurug agar tidak lagi berjualan di trotoar dan bahu jalan, jika tidak maka akan dikenakan sanksi," tambahnya.
Asep mengatakan pascapenertiban ini jalur utama penghubung Sukabumi-Bogor yang biasanya sepanjang hari terjadi kemacetan lalu lintas dan penumpukan kendaraan bermotor, sekarang arus kendaraan menjadi lebih lancar.
Sementara, salah seorang warga Cimelati, Kecamatan Cicurug, Eman Sulaeman mengatakan setelah tidaknya adanya PKL yang mangkal di bahu jalan, arus lalu lintas menjadi lebih lengang dan lancar. "Saya setiap hari bekerja ke Kota Sukabumi dan selalu terjebak macet di depan Pasar Cicurug," katanya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
PM China Li Qiang Temui Sederet CEO AS, Siapa Saja?
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Jumat 15 Mei 2026




