Dukung Sektor Properti, Gyproc Pacu Pengembangan Aplikator
Selasa, 27 Desember 2016 | 19:26 WIB
Jakarta - Istilah dry wall (dinding kering) mungkin masih terdengar asing di telinga kalangan masyrakat awam. Namun, kemampuan dinding jenis ini tak diragukan lagi, karena sangat efisien sebagai salah satu material bahan bangunan.
Managing Director PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), Hantarman Budiono, mengatakan, drywall merupakan sebuah sistem partisi atau dinding dalam ruangan yang terdiri dari papan gypsum yang dipasang pada sebuah rangka dengan menggunakan bantuan skrup khusus.
"Karena pemasangannya yang tidak menggunakan campuran semen dan air, maka disebut drywall. Sangat berbeda dengan dinding konvensional pada umumnya yang menggunakan batu bata, campuran semen, pasir, dan air," kata Hantarman kepada Beritasatu.com, di Jakarta, Selasa (27/12).

Gyproc sendiri, jelas Hantarman, merupakan merek papan gypsum yang diproduksi oleh PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI), anak usaha dari Saint-Gobain, perusahaan global asal Perancis yang bergerak di bidang produksi material bangunan.
"Tahun 2007 merupakan awal di mana papan gypsum Gyproc mulai memasuki pasar Indonesia. Tahun 2014, SGCPI resmi membangun pabrik di Cikande, Banten dengan total nilai investasi sebesar US$ 45 juta yang mampu memproduksi 30 juta meter persegi papan gypsum per tahun," tambahnya.
Dorong Pengembangan Aplikator
Meskipun total konsumsi gypsum di Indonesia masih relatif rendah, kata Hantarman, pihaknya merasa yakin dengan potensi yang ada, pasar Indonesia dapat ditaklukkan. Apalagi, kondisi kebutuhan perumahan di Indonesia pada saat ini masih sangat tinggi.
"Penggunaan papan gypsum merupakan solusi tepat dalam menjawab kebutuhan hunian, karena produk ini memiliki sifat yang mudah diaplikasikan, cepat dalam pengerjaan, memiliki daya tahan lama, serta ramah lingkungan," tambahnya.

Selain kepedulian terhadap keberlangsungan lingkungan, lanjut Hantarman, SGCPI juga terus melakukan edukasi secara berkesinambungan kepada para arsitek, developer dan aplikator tentang kelebihan-kelebihan dari pengaplikasian papan gypsum.
"Kami mengembangkan kemampuan portofolio dari para aplikator dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dari tim teknisi agar dapat memenuhi standar yang dibutuhkan oleh para developer," ujar Hantarman.
Saat ini, masyarakat dengan pendidikan sekolah menengah umum (SMU) masih tinggi. Untuk itu, kata Hantarman, pihaknya berusaha memberikan kontribusi bagi Indonesia dengan merangkul masyarakat dari kalangan ini untuk dididik menjadi aplikator yang handal.
"Seiring berjalannya waktu, SGCPI terus berkembang bersama-sama dengan para aplikator ini dan menjadi bagian dari misi Saint-Gobain di Indonesia, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




