Formappi: Pilgub DKI Miskin Pertarungan Gagasan dan Program Nyata

Rabu, 4 Januari 2017 | 07:03 WIB
YP
B
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: B1
Lusius Karus (kiri) dan Sebastian Salang (Formappi)
Lusius Karus (kiri) dan Sebastian Salang (Formappi) (Antara)

Jakarta - Koordinator Forum Masyarakat Pemantau Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang mengaku kecewa dengan situasi Pilgub DKI Jakarta yang tidak menyuguhkan pertarungan ide, gagasan, dan program konkrit dan nyata untuk membangun DKI Jakarta ke depan. Padahal, kata dia, waktu untuk sampai pada hari H pelaksanaan pilgub tersisa 38 hari.

"Sampai hari ini, kita belum tahu apa gagasan dan program yang nyata, konkrit, terukur, dan realitis dari masing-masing pasangan calon sehingga menjadi dasar masyarakat Jakarta menentukan pilihan," ujar Sebastian di sela-sela diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/1).

Sebastian menilai, hal ini disebabkan karena semua perdebatan pilgub DKI Jakarta ditutupi oleh kasus dugaan penistaan agama yang dituduh dilakukan calon kepala daerah petahana Basuki T. Purnama alias Ahok. Menurut dia, ketika wacana ini terus dibesarkan dan dipolitisasi, maka warga DKI Jakarta sendiri yang akan rugi.

"Padahal, waktunya tersisa 38 hari dipotong tiga hari masa tenang jadi hanya 35 hari. Publik Jakarta akhirnya hanya mengandalkan tiga kali debat publik untuk mengetahui gagasan dan program nyata dari pasangan calon, yakni pada tanggal 17 Januari, 27 Januari, dan 10 Februari," ungkap dia.

Dampaknya, lanjut dia, publik DKI Jakarta bisa membandingkan gagasan dan program nyata dari ketiga pasangan calon. Bahkan, katanya, masyarakat DKI Jakarta tidak mempunyai imajinasi bagaimana DKI Jakarta ke depan karena masing-masing kandidat belum menawarkan gagasan dan programnya.

"Misalnya Anies punya tagline membangun kotanya membangun warganya tapi bagaimana caranya? Menurut Agus kita tidak menggusur tapi menata saja, bagaimana caranya menata tanpa memindahkannya? Untuk petahana sekarang sudah seperti ini, kira-kira kalau dia maju lagi lima tahun ke depan dia akan membuat Jakarta seperti apa?" terang Sebastian.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon