Plt Gubernur: Trotoar Bukan untuk Penampungan PKL

Rabu, 4 Januari 2017 | 17:03 WIB
DP
FH
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FER
Ilustrasi pungutan liar.
Ilustrasi pungutan liar. (Istimewa)

Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, menyebutkan, pembenahan trotoar di berbagai wilayah Ibu Kota yang tengah dilakukan bukan untuk ditempati oleh para Pedagang Kaki Lima (PKL).

Salah satu contoh yang kentara adalah trotoar di kawasan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat yang lebar dan baru dibenahi malah ditempati oleh para PKL. Tepat pada Rabu (4/1) ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Pusat menertibkan PKL di sana.

"Tujuan trotoar diperlebar itu memang harus disosialisasikan untuk diikuti oleh perubahan sikap dan perilaku para penggunanya. Kasus-kasus PKL yang menempati trotoar-trotoar besar dan tempat yang tidak diperbolehkan berdagang sehingga menjadi semrawut," ujar Sumarsono di Balai Kota, Rabu (4/1).

Ia mengatakan, sosialisasi masyarakat untuk penggunaan trotoar ini mesti ditingkatkan lagi dan PKL tidak menempati trotoar sebagai tempat berjualan kendati trotoar lebih lebar dan terasa lebih nyaman untuk berdagang. Oleh karena itu, pengawasan dari pemerintah juga diperlukan mengingat saat ini masih dalam masa transisi karena trotoar baru selesai dikerjakan.

"Saya kira untuk setahun ini, ketika trotoar dilebarkan harus diawasi. Saya sengaja berkunjung ke lapangan untuk melihat kasus-kasus PKL seperti ini," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon