Sumarsono Ajak Empat SKPD Rapat Kerja di Atas Kereta

Selasa, 10 Januari 2017 | 15:19 WIB
DP
FH
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FER
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menjajal bus wisata milik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Kamis (29/12).
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono menjajal bus wisata milik PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), Kamis (29/12). (istimewa)

Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono, berencana mengajak para Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk mengadakan rapat kerja di atas kereta api sembari berwisata ke Yogyakarta.

Sumarsono menjelaskan, rapat kerja tersebut akan dilakukan di atas kereta api selama perjalanan ke Yogyakarta. Para SKPD yang ikut akan melakukan rapat soal rencana kegiatan Pemprov DKI Jakarta untuk pelaksanaan seluruh program di tahun 2017 ini.

Sumarsono memastikan, biaya untuk perjalanan ini bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), melainkan berasal dari dana pribadi. Dengan demikian setiap SKPD yang akan ikut harus membayar Rp 7 juta untuk biaya perjalanan dan selama di sana.

"Kan di gerbong ada meja rapat. Hanya 4 bidang saja yang ikut rapat. Bidang pemerintahan, perekonomian, kesra, dan administrasi serta keuangan. Masing-masing kalau bisa isu pokok yang dibahas 3 isu, jadi 12 isu pokok yang dibahas dalam semalam," ujar Sumarsono di Balai Kota, Selasa (10/1).

Isu-isu yang dibahas itu, katanya, merupakan isu krusial yang menjadi dinamika perkembangan Jakarta saat ini dan yang menjadi isu aktual saja. Nantinya, sebelum rapat dimulai, maka agenda yang pertama kali dilakukan adalah menonton debat Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017 di Balai Kota DKI yang akan diselenggarakan bertepatan dengan waktu keberangkatan, yakni pada 13 Januari nanti.

Kendati demikian, sampai saat ini memang belum ada SKPD yang bisa dilihat daftarnya yang akan ikut. Namun, 90 persen SKPD dipastikannya bisa mengikutinya, walaupun 1-2 ada yang berhalangan dan itu tidak menjadi masalah.

Adapun pihaknya tidak mengajak DPRD karena kegiatan ini merupakan rapat kerja eksekutif. Dengan demikian apabila DPRD ingin mengadakan kegiatan serupa dipersilakannya. Namun untuk rapat eksekutif ini, DPRD tidak bisa ikut karena mereka merupakan legislatif.

"Ini hanya rapat kerja internal SKPD untuk proses konsolidasi pemikiran yang berkembang di ASN. Selama ini kan ASN kalau berpikir parsial sendiri-sendir. Dishub sendiri, PU sendiri, tapi sambungnya seperti apa, kemudian kita rekatkan," pungkasnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon