VIDEO: Sumarsono: Penanganan Kawasan Kaliadem Tidak Bisa Parsial

Selasa, 10 Januari 2017 | 15:58 WIB
DP
FH
Penulis: Deti Mega Purnamasari | Editor: FER
Inilah kondisi banjir rob akibat tanggul yang jebol dan meluber hingga ke akses jalan menuju Dermaga Kali Adem Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 10 Januari 2017.
Inilah kondisi banjir rob akibat tanggul yang jebol dan meluber hingga ke akses jalan menuju Dermaga Kali Adem Pelabuhan Muara Angke, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Selasa, 10 Januari 2017. (Istimewa)

Jakarta - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono mengatakan, dalam menangani kawasan Pelabuhan Kaliadem di Muara Angke, Jakarta Utara, tidak bisa ditangani secara parsial. Seluruh elemen yang berada di sekitar sana harus turut ditangani sehingga menjadi terpadu.

"Perlu sebuah intervensi berupa program pengembangan kawasan terpadu pelabuhan. Jadi ditangani terpadu berarti semua sektor SKPD harus masuk," ujar Sumarsono di Balai Kota, Selasa (10/1).

Dengan demikian, katanya, tidak bisa yang ditingkatkan hanya kualitas kapalnya saja tetapi juga harus ada manajemen pelabuhan yang dilakukan, termasuk pembangunan kawasannya agar banjir rob tidak sampai ke pelabuhan. Selain itu, apabila ada kapal baru supaya kapal tradisional juga tidak ikut mati dan bagaimana kehidupan para nelayan agar tetap berjalan.

"Lalu juga bagaimana pelayanan publik untuk semua kelas diterima di sana. Ini semua ditata, tapi kesepakatannya secara pengembangannya untuk 2 tahun. Dalam waktu dekat ini, yang penting penataan dulu urusan dulu. Penyerahan kewenangan dari Kemhub ke Pemprov secara kelembagaan," katanya.

Adapun solusi banjir rob dalam waktu dekat dikawasan itu, katanya, pihaknya akan membangun saluran sekaligus tanggul dengan target pada 2017 ini bisa dikerjakan. Namun untuk keseluruhan kawasan, diakuinya harus ada kerja sama dengan beberapa kementerian, termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki pelabuhan perikanan.

"Yang di sana belum ada tanggul. Air masuk kemana-mana. Harus ada saluran lagi," pungkasnya.

Saksikan Videonya di Sini:





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon