Media Tiongkok: Hanya Perang Besar Bisa Cegah Beijing di LCS
Sabtu, 14 Januari 2017 | 11:49 WIB
Beijing - Media pemerintah Tiongkok memperingatkan bahwa AS harus meluncurkan perang berskala besar untuk mencegah Beijing mengakses pulau-pulau buatan yang dibangun negara itu di Laut China Selatan (LCS). Hal itu disampaikan setelah calon menteri luar negeri Amerika Serikat (AS), Rex Tillerson, menyatakan akses Tiongkok di LCS bisa dibatasi.
"Kecuali Washington berencana mengobarkan perang berskala besar di LCS, pendekatan-pendekatan lainnya untuk mencegah akses Tiongkok ke pulau-pulau itu adalah tindakan bodoh," sebut surat kabar pemerintah, Global Times, di situsnya yang berbahasa Inggris, Jumat (13/1).
Surat kabar itu ingin menekankan bahwa AS tidak memiliki kekuasaan absolut untuk mendominasi LCS. Selain itu, Tillerson juga diperingatkan untuk mempelajari lebih jauh tentang strategi tenga nuklir jika ingin memaksa kekuatan nuklir besar untuk menarik diri dari wilayahnya.
Artikel itu juga menyebutkan bahwa Tiongkok sejauh ini telah menahan diri di saat kabinet presiden terpilih AS, Donald Trump, menyerukan pandangan-pandangan radikal. Ditekankan, AS seharusnya tidak mengalami sesat pikir bahwa Beijing akan takut atas ancaman-ancaman mereka.
"Jika tim diplomasi Trump membentuk masa depan hubungan Sino-AS sebagaimana saat ini, kedua belah pihak telah menyiapkan untuk bentrokan militer," kata artikel itu yang menyebutkan juga bahwa pernyataan Tillerson jauh dari profesional.
Pernyataan Tillerson, yang merupakan mantan CEO ExxonMobil, dibuat dalam sesi dengar di Senat, hari Rabu (11/1). Dia menyatakan bahwa aktivitas-aktivitas Tiongkok di perairan sengketa LCS sangat mengkhawatirkan.
"Membangun pulau-pulau lalu menempatkan aset-aset militer di pulau-pulau itu mirip dengan tindakan Rusia mengambil Krimea. Itu mengambil wilayah yang juga diklaim pihak lain," kata Tillerson, merujuk kepada reunifikasi Krimea dan Rusia yang terjadi setelah referendum pada 2014.
"Kita harus mengirimkan pesan jelas kepada Tiongkok bahwa pertama, hentikan pembangunan pulau, dan kedua, akses Anda kepada pulau-pulau itu juga tidak diizinkan," kata Tillerson.
Tillerson juga menyalahkan Presiden Barack Obama karena gagal merespons masalah itu sehingga Tiongkok tetap mendorong pembangunan di sana. Tiongkok saat ini mengklaim sebagian besar wilayah LCS, meskipun ada tumpang tindih klaim dari Vietnam, Filipina, Taiwan, Malaysia, dan Brunei. Tiongkok telah menambah ketegangan wilayah dengan membangun pulau-pulau buatan di laut dilengkapi dengan pembangunan militer.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




