Sekjen PDIP Tantang Kader TMP Door to Door Menangkan Ahok-Djarot
Minggu, 15 Januari 2017 | 15:09 WIB
Jakarta - Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, meminta agar seluruh pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, bersedia turun ke lapangan mendatangi masyarakat satu persatu.
Kata Hasto, pendekatan yang dia sebut sebagai door to door itu juga dilakukan PDI Perjuangan saat memenangkan pasangan Jokowi-Ahok saat Pilgub Jakarta 2012 lalu.
Diakui Hasto, sebagai pelaku pemenangan Jokowi-Ahok di 2012, pendekatan door to door itu bukanlah hal mudah. Menurut dia, pendekatan itu membutuhkan kesungguhan hati, karena akan dihadapkan pada tantangan dan penolakan.
"Saat 2012, setiap hari saya mendatangi 100 rumah," kata Hasto saat pelatihan kader Taruna Merah Putih (TMP), organisasi sayap kepemudaan PDIP, Minggu (15/1).
Saat melakukan door to door, Hasto mengaku langsung bahwa dirinya juga mengalami penolakan. Misalnya, ada saja yang dia datangi mengaku telah memilih pasangan calon yang lain.
"Tapi kita jangan menyerah. Sebab yakinlah bahwa orang Indonesia tidak pernah menolak ketukan pintu. Percayalah warga kita Indonesia tidak akan menolak ketukan pintu dari kita," jelasnya.
Lalu untuk apa semua itu dilakukan? Hasto menjelaskan bahwa berpolitik haruslah memiliki keyakinan, bahwa apa yang diperjuangkan itu akan membawa perubahan lebih baik bagi warga DKI Jakarta. Hasto menegaskan, bahwa Ahok-Djarot sebagai calon yang diusung PDIP, mampu menyejahterkan rakyat Jakarta.
"Maka kita jangan lelah meyakinkan warga bahwa Ahok-Djarot adalah pemimpin yang terbukti dan teruji kenerjanya. Ahok adalah pelayan rakyat. Sehingga dia akan mau disuruh-suruh untuk menyejahterakan rakyat," kata dia.
"Jangan pertaruhkan Jakarta kepada orang yang tidak memiliki pengalaman dan tidak teruji kinerjanya."
Ketua Umum DPP TMP, Maruarar Sirait, menegaskan komitmen kader TMP untuk berjuang memenangkan pasangan Ahok-Djarot satu putaran. Kader TMP akan sungguh-sungguh langsung terjun di tengah masyarakat melalui door to door, dan memenangkan Ahok-Djarot dengan cara ksatria dan elegan.
"Kita menangkan Ahok-Djarot sesuai aturan dan jangan memaksakan kehendak. Gunakan cara-cara simpatik. Dan tidak menghalalkan segala cara," kata Maruarar.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




