Terima Rekor MURI, Sandiaga: Masyarakat Harus Dilibatkan
Kamis, 19 Januari 2017 | 21:54 WIB
Jakarta - Calon Wakil Gubernur (Cawagub) DKI Jakarta nomor urut 3, Sandiaga Salahuddin Uno, mendapatkan piagam penghargaan dari Ketua Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Jaya Suprana, Kamis (19/1).
Penghargaan tersebut diberikan karena Sandiaga Uno merupakan orang pertama yang melakukan turun ke masyarakat atau blusukan lebih dari 1.000 titik selama kurun waktu 12 bulan dari Januari 2016 hingga Januari 2017.
"Kita harus memulai tradisi kalau mau menangkap aspirasi harus turun ke masyarakat sebanyak-banyaknya dengan mengedepankan dialog yang aspiratif dalam setiap titik kunjungan," ujar Sandiaga Uno, di Jalan Centex, Gang Galur, RT06/RW10, Kelurahan Ciracas, Jakarta Timur.
Menurutnya, dengan frekuensi turun ke tengah masyarakat yang tinggi maka menjadi validasi dari Anies-Sandi yang ingin menjadikan masyarakat sebagai bagian dari pesta demokrasi secara jujur dan bersih.
"Saya tidak terlalu memikirkan hasil survei terbaru yang menempatkan saya dan mas Anies di posisi terakhir, karena yang paling penting kami hadir di lebih 1000 titik selama setahun terakhir bahkan saya sudah hadir sebelum mas Anies bergabung," tambahnya.
Disebutkannya, metode blusukan yang di populerkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang terbukti ampuh dalam menangkap masalah dan aspirasi masyarakat di suatu wilayah.
"Cara ini jauh lebih efektif dan kita utamakan daripada sosialisasi melalui udara (medsos, iklan elektronik) yang juga tetap kami lakukan. Kehadiran saya di masyarakat akan membuat masyarakat merasa pemimpin mereka hadir untuk mengerti kondisi mereka," tutur Sandiaga Uno.
Dari lebih 1.000 titik yang dikunjunginya mulai dari permukiman kumuh padat miskin, permukiman menengah, hingga elit, ada tiga aspek persoalan yang dikeluhkan masyarakat yaitu, masalah lapangan pekerjaan, masalah pendidikan, dan harga sembako yang masih tinggi.
Hal itu dijawab Sandi dengan beragam program seperti pelatihan kewirausahaan Oke Oce, pemotongan rantai distribusi dan menjaga pasokan sembako, maupun inovasi program KJP plus.
"Mulai dari panas terik, deru debu, tangis tawa, hujan, semua saya alami di 1000 titik bersama warga ibukota, semoga metode ini menjadi standar bagi semua pejabat di daerah lainnya agar mengerti apa yang diinginkan masyarakat," tandasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




