Jumat, Presiden Resmikan Pembangunan Bandara Kulonprogo

Kamis, 26 Januari 2017 | 20:31 WIB
TD
JS
Penulis: Thresa Sandra Desfika | Editor: JAS
Maket New Yogyakarta International Airport (NYIA).
Maket New Yogyakarta International Airport (NYIA). (Suara Pembaruan/Fuska Sani Evani)

Jakarta - Presiden Joko Widodo direncakan bakal melakukan peletakan batu pertama pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport) di Kulonprogo, DI Yogyakarta, Jumat (27/1). Acara groundbreaking tersebut diberi judul "Babat Alas Nawung Kridha".

Judul itu bermakna membuka, membersihkan, merapikan, dan menata lahan (land clearing atau pematangan lahan) Pesisir Temon agar siap dijadikan sebagai lokasi pembangunan yang merupakan mahakarya persembahan PT. Angkasa Pura I (Persero) untuk Yogyakarta dan Indonesia.

Pemerintah dalam hal ini Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mendukung dan akan membantu sepenuhnya pelaksanaan pembangunan bandara itu untuk memastikan pembangunan selasai sesuai target waktu yang diharapkan. Pembangunan bandara baru ini untuk meningkatkan keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan di daerah Yogyakarta.

"Kami sangat mendukung pembangunan bandara baru bertaraf internasional di wilayah Yogyakarta. Kami akan membantu dengan melakukan proses pengujian dan sertifikasi secara cepat dan cermat," ujar Kepala Bagian Kerja Sama dan Humas Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agoes Soebagio dalam siaran pers, Kamis (26/1.

Menurut Agoes, kondisi Bandara Internasional Adisutjipto Yogyakarta saat ini sudah sangat padat melampaui daya tampung, baik untuk pergerakan penumpang maupun pesawat.

"Kondisi Bandara Adisutjipto saat ini tidak dapat lagi dikembangkan karena keterbatasan lahan dan adanya kendala alam (obstacle). Untuk itu kita perlu secepatnya membangun bandara baru yang lebih besar. Sehingga pergerakan pesawat menjadi lebih leluasa dan penumpang lebih nyaman," lanjut Agoes.

Kapasitas Terminal Bandara Adisutjipto hanya 1,2 - 1,5 juta penumpang. Sedangkan jumlah penumpang pada tahun 2014 sudah mencapai 6,2 juta penumpang. Kapasitas area parkir pesawat (apron) hanya mampu menampung delapan pesawat. Sedangkan landas pacu yang hanya sepanjang 2.200 m tidak mampu menampung pesawat berbadan lebar.

Menteri Perhubungan telah menetapkan lokasi bandara baru ini dengan surat keputusan nomor : KP.1164/tahun 2013 tanggal 11 November 2013 tentang Penetapan Lokasi Bandar Udara Baru di Kabupaten Kulon Progo Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Lokasi yang dipilih adalah di wilayah pesisir Kecamatan Temon Kabupaten Kulonprogo.

Lokasi ini merupakan area yang dinilai paling memenuhi persyaratan teknis dan persyaratan operasional dengan koordinat landasan pacu Bandara terletak pada koordinat geografis 7°54’39,20" lintang selatan dan 110°4’21,11" bujur timur. Atau pada koordinat bandara X = 18.400 meter dan Y = 20.080 meter. Sumbu X berimpit dengan sumbu landasan yang mempunyai azimuth 290°0’0" geografis dan sumbu Y melalui ujung landasan pacu 29 tegak lurus ada sumbu X.

Selain untuk keselamatan, keamanan dan kenyamanan penumpang, kehadiran bandara baru ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan daerah sekitar bandara maupun pertumbuhan ekonomi nasional terutama dari sektor pariwisata. Sekaligus untuk meningkatkan wilayah Yogyakarta sebagai wilayah tujuan wisata nomor dua setelah Bali.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon