Pemilik Suara di Jakarta Dinilai Lebih Rasional

Senin, 30 Januari 2017 | 22:52 WIB
HS
FH
Penulis: Hotman Siregar | Editor: FER
Suasana debat kedua Pilgub DKI Jakarta 2017.
Suasana debat kedua Pilgub DKI Jakarta 2017. (Antara)

Jakarta - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting (VCRC) Pangi Syarwi Chaniago mengatakan, dari dua kali rangkain debat, calon gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tampil gemilang dan memukau. Hal itu bisa kembali membangkitkan animo kepercayaan publik (trust) dan yang tadi belum memutuskan pilihan (undecided voter) semakin mantap memilih Ahok.

"Ini saya kira menjadi salah satu faktor menggapa elektibilitas Ahok kembali kinclong dan merajai di beberapa lembaga survei. Ahok terlihat menguasai pangung dan unggul ketika menceritakan apa yang sudah dilakukannya dan sedang dikerjakan. Sementara Agus dan Anies belum punya banyak hal yang sudah dilakukan dan sukses dikerjakannya," ujar Pangi di Jakarta, Senin (30/1).

Menurutnya, Agus dan Anies terkesan tidak orisinal dan hanya memodifikasi pola kerja dan program incumbent. Hal itu yang membuat Ahok dengan mudah mengklaim bahwa konsep tersebut sudah diimplementasikan.

Ahok juga terlihat dan mahir mempresentasikan contoh programnya dengan bahasa sederhana. Presentasi Ahok dinilai sangat mudah dimengerti oleh masyarakat awam, tidak terlalu mengawang-awang dan logis (commen sense) program dan kerja yang ditawarkan.

Banyak masalah hukum yang dihadapi belakangan ini oleh Habib Rizieq, diperkirakan akan berpengaruh menaikkan kembali elektibilitas Ahok ke posisi semula. Sebagian orang masih percaya Ahok tidak melakukan penistaan agama, namun di zholimi bagaimana supaya tidak terpilih kembali menjadi gubernur DKI Jakarta.

"Ahok disandera dengan kasus peninstaan agama. Namun belakangan, melihat bentangan hasil survei, nampak tak berhasil merobohkan elektibilitas Ahok," katanya.

Pangi menilai, rangkain debat terakhir adalah debat yang sangat menentukan. Siapa yang paling lihai dan gemilang tampil menyakinkan persepsi publik, maka bisa meningkatkan bobot elektoral dan bisa memperoleh limpahan elektoral dari pemilih yang belum menentukan pilihan (undecided voter).

Dosen Universitas Islam Syarif Hidayatullah itu menambahkan, debat pertama dan kedua menjadi preferensi pemilih. Debat terakhir diperkirakan sudah bisa memantapkan masyarakat memilih siapa dalam Pilgub DKI mendatang.

"Jelas pemilih rasional biasanya memilih berbasis program, pengalaman dan track record. Mereka lebih suka memilih pemimpin yang tegas, berpengalaman dan terbukti, karena yang baru belum tentu lebih baik dari incumbent dan bukan sekedar coba-coba atau mencari pola dalam memimpin," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon