VIDEO: Charta Politika: Elektabilitas Ahok-Djarot Hampir Tembus 40%

Rabu, 1 Februari 2017 | 13:55 WIB
LT
AB
Penulis: Lenny Tristia Tambun | Editor: AB
Kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017.
Kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta 2017. (Beritasatu.com)

Jakarta - Lembaga survei Charta Politika Indonesia melakukan survei mengenai tingkat elektabilitas, popularitas, serta debat calon gubernur dan wakil gubernur. Survei dilakukan pada 17-24 Januari 2017 terhadap 767 responden dari 800 responden yang direncanakan. Responden dipilih dengan metode acak bertingkat dengan margin of error sekitar 3,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Ini merupakan survei ketiga yang dilakukan Charta Politika dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

Charta Politika menemukan tingkat elektabilitas pasangan calon nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) melesat tajam, hampir menembus angka 40 persen.

Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya mengatakan tiga survei yang dilakukan didanai oleh anggaran lembaganya sendiri.

"Memang kita pernah diminta untuk melakukan survei oleh lima partai politik. Tetapi hasilnya tidak dipublikasikan untuk publik. Nah tiga survei yang kami lakukan selama ini, termasuk yang ini didanai oleh dana kami sendiri," kata Yunarto dalam acara penyampaian hasil survei "Peta Elektoral Cagub dan Cawagub Jelang Pilgub DKI 2017" di kantor Charta Politika, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/2).

Dari survei tersebut, pihaknya mendapatkan temuan menarik. Salah satunya, tingkat elektabilitas Ahok-Djarot yang mencapai 36,8 persen. Pasangan nomor tiga, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno berada di posisi kedua dengan perolehan 27 persen dan pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni (Agus-Sylvi) didukung 25,9 persen responden. Sedangkan yang belum menentukan pilihan mencapai 10,3 persen.

"Terjadi kenaikan tajam terhadap tingkat elektabilitas Ahok-Djarot, sementara Anies-Sandi mulai menyalip Agus-Sylvi," ujarnya.

Hasil survei pada November, tingkat elektabilitas Ahok-Djarot mencapai 28,9 persen, naik sekitar 8 persen dibandingkan hasil survei ketiga ini yang mencapai 36,8 persen.

Agus-Sylvi pada survei November berada di posisi pertama dengan tingkat elektabilitas mencapai 29,5 persen. Namun hasil survei sekarang merosot tajam, sehingga menempati posisi ketiga dengan 25,9 persen. Sedangkan Anies-Sandi mengalami kenaikan tipis, yakni pada November sebesar 26,7 persen menjadi 27 persen.

"Meski terlihat ada perubahan posisi dari tingkat elektabiltas, namun tetap Pilgub DKI 2017 akan berpotensi dua putaran. Mengingat masih ada yang belum menentukan pilihan sebanyak 10,3 persen dan perolehan elektabilitas masing-masing calon masih di bawah 50 persen plus satu," jelasnya.

Saksikan Videonya di sini:





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon