Charta Politika dan Poltracking: Ahok-Djarot Unggul dalam Debat Kandidat Pertama
Rabu, 1 Februari 2017 | 20:32 WIB
Jakarta - Dua lembaga survei menilai pasangan nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Djarot Saiful Hidayat unggul dalam debat publik kandidat pertama yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI pada 13 Januari lalu.
Penilaian itu didapat dari hasil survei lembaga survei Charta Politika Indonesia dan Poltracking yang dilakukan pada bulan Januari ini.
Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia, Yunarto Wijaya mengatakan berdasarkan survei yang dilakukannya, pada debat pertama, pasangan Ahok-Djarot dinilai warga Jakarta paling baik dalam menyampaikan visi, misi dan program kerja.
Terlihat dari sebanyak 40,1 persen responden menyatakan hal tersebut. Disusul di posisi kedua, pasangan nomor tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno sebesar 28,2 persen dan posisi ketiga, pasangan nomor satu, Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni sebanyak 24,9 persen.
"Pasangan Ahok-Djarot juga dinilai yang paling baik dalam memberikan solusi atas permasalahan DKI. Ada sebanyak 24,2 persen responden menyatakan hal itu. Lalu 22,2 persen untuk Anies-Sandi dan 20,5 persen untuk Agus-Sylvi," kata Yunarto dalam penyampaian rilis survei di kantor Charta Politika Indonesia, Jalan Cisanggiri III, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (1/2).
Secara keseluruhan, lanjutnya, pasangan Ahok-Djarot dinilai paling unggul dalam debat pertama (40,5 persen). Kemudian urutan kedua pasangan Anies-Sandi (25,2 persen) dan Agus-Sylvi berada di urutan terakhir (24,3 persen).
Diungkapkannya, penilaian objektif warga Jakarta terhadap ketiga kandidat muncul ketika ketiganya memperlihatkan kemampuan dan karakter mereka secera rasional. Dan hal itu baru terlihat pada bulan Januari, saat pelaksanaan debat kandidat pertama.
"Kalau dilihat pada debat kandidat pertama, Agus-Sylvi terlihat lemah dari segala sisi. Jadi saya bisa menyimpulkan, debat publik kandidat punya efek untuk merubah sikap pemilih. Yang menarik adalah, tingkat elektabilitas Ahok meningkat tajam didapatkan dari undecided voters dan penurunan elektabilitas Agus sebagian beralih kepada Ahok," jelasnya.
Direktur Eksekutif Poltracking, Hanta Yuda AR mengatakan dari tiga kriteria penilaian, yaitu cara berkomunikasi, penguasaan masalah dan program kerja, pasangan Ahok-Djarot unggul dalam dua kriteria, yaitu penguasaan masalah dan program kerja. Sedangkan Anies-Sandi unggul dalam satu kriteria, yaitu cara berkomunikasi.
Dari hasil survei, tercatat, 29,5 persen responden mengatakan cara berkomunikasi Anies lebih baik dari Ahok yang hanya 25,5 persen dan Agus yang mencapai 15,6 persen. Begitu juga dengan Sandiaga lebih unggul dalam cara berkomunikasi (26,88 persen), disusul Djarot (23,13 persen) dan Sylviana (16,88 persen).
Untuk penguasaan masalah, Ahok dan Djarot unggul, masing-masing 34,88 persen dan 27,63 persen. Disusul Anies (22,38 persen) dan Sandi (22,63 persen) serta diposisi terakhir Agus (12,63 persen) dan Sylvi (14,88 persen).
Dari sisi program kerja, sebanyak 34,38 persen responden menyatakan Ahok lebih menguasai program kerja. Begitu juga sebanyak 26,88 persen menyatakan hal yang sama kepada Djarot.
Kemudian di posisi kedua Anies (23,5 persen) dan Sandi (23,38 persen) serta di posisi ketiga, Agus (12,5 persen) dan Sylvi (14,13 persen).
Bila dilihat secara total, publik menilai performa terbaik pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur pada Debat Publik pertama adalah Ahok-Djarot sebesar 28,6 persen, lalu Anies-Sandi sebesar 26,25 persen dan Agus-Sylvi sebesar 18,38 persen.
"Publik sendiri menilai acara debat kandidat sangat penting untuk menentukan pilihan mereka. Ada sebanyak 81,88 persen yang menyatakan debat itu penting. Karena mayoritas publik di DKI Jakarta, yakni sebanyak 59,88 persen menilai kualitas performa dalam debat publik akan berpengaruh terhadap pilihan," jelasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




