Debat Kandidat Berdampak pada Peningkatan Elektabilitas Ahok-Djarot

Kamis, 2 Februari 2017 | 12:33 WIB
YP
WM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WM
Puluhan pendukung pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok-Djarot menyanyikan yel-yel saat menghadiri acara Nonton Bareng Debat ke-2 Pilkada DKI Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, 27 Januari 2017.
Puluhan pendukung pasangan calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahok-Djarot menyanyikan yel-yel saat menghadiri acara Nonton Bareng Debat ke-2 Pilkada DKI Jakarta di Lippo Mall Kemang, Jakarta, 27 Januari 2017. (BeritaSatu Photo/Danung Arifin)

Jakarta - Debat kandidat telah berdampak pada peningkatan secara signifikan elektabilitas pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Hal ini terkonfirmasi dari sejumlah survei yang dilakukan pasca debat kandidat pertama.

Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Sirojudin Abbas mengatakan bahwa pihak telah melakukan survei pasca debat kandidat pertama dan menunjukkan adanya kenaikan secara signifikan elektabilitas Ahok-Djarot. Pada survei Desember 2016, kata dia, elektabilitas Ahok-Djarot hanya 28,8%, namun angka elektabilitas itu naik menjadi 34,8% pada Januari 2017 khususnya pasca debat.

"Kenaikan 6%. Ini sangat berbeda dengan paslon Agus-Sylvi yang turun drastis 8,3 persen dari angka elektabilitas 30,8% di bulan Desember 2016 menjadi 22,5% di Bulan Januari 2017. Sementara Anies-Sandi relatif stabil, kenaikan hanya 2% dengan angkat elektabilitas di Januari 2017 sebesar 26, 4%," ujar Abbas di Jakarta, Senin (30/1).

Mayoritas warga DKI Jakarta (88%), kata Abbas menilai debat sangat penting untuk mengetahui visi-misi dan program para kandidat, sehingga sekitar 62% warga DKI yang menyaksikan debat pertama tersebut.

"Ahok-Djarot dinilai unggul dibandingkan dua penantangnya di debat pertama baik dari aspek penyampaian gagasan atau pendapat, aspek program kerja yang bagus, dan aspek pemahaman terhadap masalah yang diperdebatkan," ungkap dia.

Lebih lanjut, Abbas juga menilai bahwa di debat kedua, Ahok-Djarot juga diunggulkan. Meskipun terlihat defensif, Ahok-Djarot , kata dia, bisa memberikan klarifikasi dan penjelasan terkait pertanyaan yang disampaikan oleh paslon Agus-Sylvi dan Anies-Sandi.

"Terlihat memang bahwa paslon nomor 1 dan 3 menyerang Ahok-Djarot di debat kedua. Namun, Ahok-Djarot bisa menjawab dan memberikan klarifikasi yang baik. Dan juga paslon nomor 1 dan 3 juga tidak memberikan program-program alternatif-inovatif, yang berbeda dengan program Ahok-Djarot. Apa yang mereka sampaikan sudah dijalankan Ahok-Djarot," jelas dia.

Diketahui, dalam survei SMRC, mayoritas pemilih menyatakan Ahok-Djarot lebih bagu cara penyampaian gagasan dan pendapat (42%), disusul Anies-Sandi (33%), dan Agus-Sylvi (10%) dan tidak tahu 15 persen. Sementara program kerja yang paling bagus adalah program Ahok-Djarot (49%), Anies-Sandi (24%) dan Agus- Sylvi (10%) dan tidak tahu 17%. Dan paslon yang paling mengerti permasalahan debat adalah Ahok-Djarot (47%), Anies-Sandi (28%) dan Agus- Sylvi (11%) dan tidak tahun 15%.





Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon