DKI Minta Bekasi Sediakan Terminal APTB Khusus

Minggu, 8 April 2012 | 10:46 WIB
AM
B
Penulis: Antara/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Ilustrasi
Ilustrasi (Antara)
"Terminal APTB harus memadai karena akan disinggahi masyarakat pengguna kendaraan pribadi sesuai dengan tujuan utama diberlakukannya angkutan massal tersebut."

Dinas Perhubungan DKI Jakarta meminta Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menyediakan lahan yang representatif untuk terminal operasional Angkutan Perbatasan Terintegrasi "Busway" (APTB) di wilayah setempat.

"Terminal APTB harus memadai karena akan disinggahi masyarakat pengguna kendaraan pribadi sesuai dengan tujuan utama diberlakukannya angkutan massal tersebut," ujar Kepala Dishub DKI Jakarta Udar Pristono di Bekasi, Sabtu.

Menurut dia, tujuan utama pengoperasiana APTB trayek Bekasi--Pulogadung adalah untuk menekan seminim mungkin penggunaan kendaraan pribadi di wilayah DKI Jakarta menyusul volume kendaraan di kawasan tersebut sudah sangat mengkhawatirkan.

"Kami mencatat sebanyak 423.000 kendaraan dari Kota Bekasi masuk ke Jakarta setiap harinya. Sepeda motor dan mobil pribadi paling mendominasi dengan masing-masing 211.711 unit motor dan 105.860 unit mobil. Hanya sekitar 16 persen saja yang menggunakan angkutan umum," ujarnya.

Udar mengatrakan bahwa terminal APTB harus memiliki lahan parkir yang luas guna memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat yang akan beralih menggunakan angkutan massal.

Sementara itu, Plt. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengakui keberadaan Terminal Induk Kota Bekasi di Jalan Cut Mutia, Bekasi Timur, tidak representatif bagi APTB mengingat keterbatasan luas lahan dan angkutan umum berbagai trayek memenuhi tempat itu.

"Rencana pemindahannya memang sedang dijajaki ke lokasi baru yang lebih representatif. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), pemindahan tersebut harus terealisasi selambat-lambatnya pada tahun 2013," katanya.

Sebagai salah satu sentral pelayanan masyarakat, dia menilai Terminal Induk Kota Bekasi sekarang ini sudah tidak memadai untuk menampung seluruh kendaraan umum yang ada.

Perluasan area, menurut dia, tidak memungkinkan karena ruang kosong tak lagi ada dan lokasi terminal berimpitan bangunan-bangunan permanen lain.

"Idealnya terminal berdiri di atas areal seluas 12 hektare," kata politikus dari Partai Golkar itu.

Ia membidik lokasi baru di Kecamatan Jatiasih meski pihaknya belum menentukan titik pastinya, yakni antara Kelurahan Jatiasih dan Jatimekar.

Rahmat mengemukakan bahwa pemilihan Jatiasih atas dasar pertimbangan kedekatan lokasi dengan akses tol.

"Kalau jadi, nantinya dibuka juga sisi tol supaya akses ekonomi warga di sekitar sana turut terbuka," ujarnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon