Pascapenembakan Pesawat, Kota Mulia 'Mati'

Minggu, 8 April 2012 | 12:05 WIB
AM
B
Penulis: Antara/ Ardi Mandiri | Editor: B1
Ilustrasi Kota Mulia
Ilustrasi Kota Mulia (Antara)
Aktifitas masyarakat terhenti. Kios-kios tutup. Warga  memilih berlindung di rumah.

Pascapenembakan pesawat Twni Otter milik Trigana Air, kondisi di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua, sepi, Minggu (8/4) siang. Aktifitas masyarakat terhenti. Kios-kios tutup. Warga  memilih berlindung di rumah.

"Mulia seperti kota mati. Tak ada aktifitas," kata warga yang tak ingin disebutkan namanya.

Hingga berita ini disusun, tim gabungan dari Brimob Polda Papua, Polres dan Anggota TNI terus memburu pelaku penembakan.
 
"Namun kami masih terus melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata itu," kata Alek Korwa dan menambahkan bahwa pihaknya sempat beberapa kali terlibat kontak sejata dengan kelompok tersebut.

Seperti diketahui, sesawat Twin Otter milik Trigana Air dengan kode lambung PK-YRF itu ditembak sesaat hendak mendarat di Bandara Mulia, pagi tadi.

Pilot Bebi Astek terkena tembakan di bagian kaki dan co pilot Willy terkena serpihan peluru di jarinya. Pesawat pun oleng hingga akhirnya menabrak gudang di bandara.

Tembakan itu juga mengakibatkan seorang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dan kini sedang mendapatkan perawatan.

Tembakan dari kelompok bersenjata itu mengakibatkan bagian pesawat berlubang-lubang.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon