Selama Januari 2017, Ratusan Warga Bengkulu Terkena DBD
Selasa, 7 Februari 2017 | 08:48 WIB
Bengkulu - Selama Januari 2017, sebanyak 132 warga Bengkulu, terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Dari jumlah penderita DBD itu, terbanyak berada di Kota Bengkulu, yakni 60 kasus.
"Pada bulan Januari ada 132 warga Bengkulu terkena DBD, terbanyak Kota Bengkulu 60 kasus. Sedangkan sisanya menyebar di sembilan kabupaten di Bengkulu," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Bengkulu, Edriwan Mansyur, di Bengkulu, Selasa (7/2).
Ia mengatakan, 60 kasus DBD di Kota Bengkulu, selama Januari 2017 terjadi di sejumlah kecamatan di daerah ini, antara lain Kecamatan Muara Bangkahulu 18 kasus, Ratu Agung 16 kasus, Selebar 14 kasus, dan Kecamatan Gading Cempaka sebanyak 12 kasus.
"Kita bersyukur meski angka penderita DBD pada Januari 2017 cukup banyak tapi tidak sampai menelan korban jiwa karena cepat mendapatkan perawatan medis," ujarnya.
Untuk mengantisipasi meningkatnya korban DBD di Bengkulu, Dinkes Provinsi setempat mengimbau Dinkes kabupaten dan kota agar melakukan fogging atau pengasapan di daerah yang sudah ditemukan korban DBD.
Hal ini dilakukan agar korban DBD di daerah setempat tidak bertambah lagi. Selain itu, dengan dilakukan fogging nyamuk Aedes Aegypti tidak berkembang biak dengan cepat di daerah tersebut.
Dinkes Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan gerakan 3M, yakni menguras, menimbun, dan membakar. Jika gerakan 3M ini dapat dilakukan dengan baik oleh masyarakat, maka akan terhindar dari DBD.
Warga juga diimbau agar menutup genangan air yang ada di sekitar tempat tinggal. Sebab, genangan air merupakan tempat nyamuk penyebab DBD berkembang biak. Apalagi pada musim hujan nyamuk ini akan sangat cepat berkembang biak.
Karena itu, jika ada genangan air di sekitar rumah segera diatasi. Demikian pula kaleng bekas dan tumpukan sampah yang ada di sekitar tempat tinggal agar dibersihkan atau dibakar.
Dengan demikian, tidak menjadi sarang nyamuk penyebab DBD. "Sekarang ini intensitas hujan di Bengkulu, masih tinggi sehingga potensi nyambuk penyebab DBD untuk berkembang biak cukup tinggi. Karena itu, tempat-tempat yang menjadi sarang nyamuk harus dibersihkan agar tidak terkena DBD," ujarnya.
Hal senada diungkapkan Kadis Kesehatan Kota Bengkulu, Herwan Antoni. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi agar korban DBD di daerah ini tidak bertambah lagi pihaknya segera melakukan pengasapan atau fogging di daerah yang sudah ditemukan penderita penyakit DBD.
"Kita segera menurunkan tim ke lapangan untuk melakukan fogging di daerah yang sudah ditemukan korban DBD. Ini kita lakukan agar korban tidak bertambah lagi ke depan," ujarnya.
Seharusnya, kata Herwan pengasapan dilakukan di seluruh wilayah Kota Bengkulu, tapi karena anggaran terbatas, maka hanya dilakukan di wilayah yang sudah ditemukan korban DBD.
"Kita berharap dengan adanya fogging ini korban DBD tidak bertambah lagi di Kota Bengkulu. Warga juga diminta menjaga kebersihan di sekitar rumah sehingga akan terhindar terkena DBD," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




