Isu SARA di Pilgub DKI Jakarta Untungkan Pihak Tertentu

Selasa, 7 Februari 2017 | 11:41 WIB
YP
WM
Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: WM
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari (Suara Pembaruan/Ruht Semiono)

Jakarta - Direktur Eksekutif Indobarometer Mohammad Qodari menilai, ada pihak yang diuntungkan dari pemanfaatan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di pemilihan gubernur DKI Jakarta.

Menurut Qodari, ada pihak yang terus mendorong isu SARA untuk menggerus elektabilitas pasangan calon tertentu khususnya pasangan Basuki T Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

"Pasti ada pihak yang diuntungkan dengan isu SARA karena itu berusaha mengeksploitasinya untuk menggerus elektabilitas paslon tertentu," ujar Qodari, di Jakarta, Senin (5/2).

Dia menilai, kondisi di tengah masyarakat memang sangat variatif. Menurut dia, ada masyarakat yang menjadikan agama sebagai dasar pemilihan dan pertimbangan calon pemimpin. Namun, ada juga yang sebaliknya.

"Kalau dilihat sebelum-sebelumnya, di DKI Jakarta isu agama tidak terlalu dijadikan dasar pertimbangan, tetapi sekarang cenderung dijadikan pertimbangan khususnya terkait ada dugaan penistaan agama oleh Ahok. Ada orang muslim yang memang benar-benar tersinggung," tandas dia.

Apalagi, kata Qodari, ada isu untuk "memilih pemimpin non-muslim" yang terus dikapitalisasi oleh pihak-pihak tertentu yang merasa diuntungkan. Besar-kecilnya dampak isu ini, kata dia, sangat tergantung dinamika di lapangan.

"Adanya isu-isu yang bernuansa SARA, di satu pihak memang menjadi isu politik saat ini. Tetapi ini juga menjadi ujian kebangsaan kita, ujian kematangan beragama dan berdemokrasi kita. Kalau kita sungguh berdemokrasi, tentunya sudah jelas dasar pemilihan kita, seperti rekam jejak, kinerja dan integritas. Meskipun ada yang berpendapat lain," katanya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon